Kamis, 23 Januari 2014

Jurnal Green Swarnadwipa ISSN 2252-861X, Vol. 3 No. 1, Mei 2013 HAL 29-32


UJI FERMENTASI KOTORAN SAPI MENGGUNAKAN EM4 (Effective Microorganism4)
TERHADAP KUALITAS PUPUK ORGANIK CAIR

Zulkifli, Rover dan Deno Okalia
Prodi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Swarnadwipa Teluk Kuantan
Jl. Gatot Subroto KM 7 Jake Tlpn. 081268855945 Email : zulkiiflii@gmail.com
Teluk Kuantan, Riau.


ABSTRACT

            This research have was done in Perhentian Luas Logas Tanah Darat Subdistrict Kuantan Singingi Regency Riau Province and chemical soil  laboratory Andalas University Padang. Allocated time for this research was 3 Months,started from October to December 2012. The treatment that using in this research was Complete Random Treatment non factorial which consist of 4 treatments as treatment A0:POC from cow’s urine without fermentation, treatment A1:POC from cow’s urine added EM4 is fermentationed, treatment A2:POC from cow’s dense feses added water and EM4 is fermentationed and treatment A3:POC from dense feses added cow’s urine then added EM4 is fermentation. Each consist of 3 repetition, so it found 12 treatments combination. To know the influence of the treatment, it has been done analysis parameter as follows: percentage of Nitrogen, Phosphor and Potassium. Then the data was analyzed with statistic and if F count is bigger than F Tabel, so it could be continued to the next test different fact and honest in level 5%. Based on the result of the research, can be concluded that POC which was given the highest nitrogen qualities in treatment A1(pH 8,temperature 26 0C,nitrogen 0,56) the highest phosphor in treatment A1 (pH 8,temperature 26 0C,phosphor 0,13%) and the highest potassium in A1 (pH 8,temperature 26 0C,potassium 1,27%). So,can be concluded that the best composition was POC from cow’s urine is fermentationed with EM4 for three months.

Key words : cow’s dense feses,liquid organic fertilizer, and EM4 (Effective Microorganism4)


PENDAHULUAN

Pupuk adalah bahan yang ditambahkan ke dalam tanah untuk menyediakan unsur-unsur esensial bagi pertumbuhan tanaman atau tindakan mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah dengan penambahan zat-zat hara secara buatan diperlukan agar produksi tanaman tetap normal atau meningkat (Hadisuwito, 2012). Namun dengan terjadinya krisis ekonomi yang dialami oleh negara kita sampai sekarang berdampak pada berkurangnya daya beli masyarakat tani akan pupuk, ditambah lagi harga pupuk buatan (anorganik) yang semakin mahal. Masalah ini menyebabkan petani banyak menerapkan budidaya yang tidak baik untuk meningkatkan produksinya.
Guna mengatasi hal itu, sistem pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik pada tanaman pertanian dapat menyelesaikan masalah tersebut. Pupuk organik dibedakan menjadi dua yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair (urine). Pupuk organik padat adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa-sisa tanaman atau hewan. Cara pengaplikasikannya melalui akar dan pupuk organik cair (urine) berbentuk cairan yang berisi satu atau lebih pembawa unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman guna untuk kesuburan tanah dan mudah sekali larut pada tanah, cara pengaplikasiannya melalui daun.
Pupuk organik padat maupun cair semakin lama semakin berkembang. Oleh karena itu banyak peneliti yang mulai menggalakkan cara budidaya tanaman pertanian dengan limbah ternak terutama kotoran padat dan urine sapi. Keuntungan limbah peternakan sapi diolah menjadi pupuk organik adalah mempunyai efek jangka panjang yang baik bagi tanah yaitu dapat memperbaiki struktur kandungan organik tanah  karena memiliki banyak jenis kandungan unsur hara yang diperlukan tanah dan hasil pertaniannya juga ramah lingkungan.
Pupuk organik cair dari urine sapi ini merupakan pupuk yang berbentuk cair tidak padat yang mudah larut pada tanah dan membawa unsur-unsur penting guna kesuburan tanah. Namun, pupuk organik cair dari urine sapi ini memiliki kandungan unsur hara yang rendah jika dibandingkan dengan pupuk buatan sehingga perlu upaya untuk meningkatkan kualitasnya.
Dalam rangka memecahkan masalah untuk mengoptimalkan kualitas pupuk organik cair agar menjadi lebih tinggi maka perlu digunakan metode fermentasi kotoran sapi dengan penambahan EM4 (Effective Microorganism4). Effective Microorganism4 berfungsi untuk tambahan nutrisi bagi mikroba sehingga dapat mempercepat proses fermentasi serta dapat meningkatkan kandungan unsur makro dalam pupuk.

BAHAN DAN METODA

Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilaksanakan di Desa Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau dan Laboratorium kimia tanah Universitas Andalas Padang. Waktu penelitian selama 3 bulan, terhitung dari bulan Oktober sampai bulan Desember 2012.

Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kotoran padat dan urine sapi yang berasal dikawasan peternakan sapi Desa Perhentian Luas Kecamatan Logas Tanah Darat, EM4 (Effective Microorganism4), gula merah, dedak padi dan air. Alat yang digunakan dalam pengamatan pupuk organik cair adalah ember plastik bertutup yang berukuran 25 liter, timbangan elektronik, kayu pengaduk, selang pengontrol tekanan udara (diameter 0,5-1 cm), saringan, galon kecil atau botol plastik dan lain-lain.

Metode Penelitian
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari empat  perlakuan. Masing-masing diulang tiga kali, dengan demikian terdapat 12 kombinasi perlakuan. Adapun perlakuan tersebut sebagai berikut :

A0      :Pupuk organik cair dari urine sapi tanpa
 fermentasi
A1      :Pupuk organik cair dari urine sapi
 ditambah EM4 difermentasi
A2      :Pupuk organik cair dari kotoran padat
 sapi ditambah air dan EM4 difermentasi
A3      :Pupuk organik cair dari kotoran padat
 ditambah dengan urine sapi ditambah
 EM4 difermentasi.
Data hasil penelitian yang diproleh dari lapangan dan laboratorium di analisis secara statistik sesuai dengan Rancangan Acak lengkap (RAL) non faktorial dengan rumus sebagai berikut : Yij = + + ij. Apabila dalam analisis sidik ragam memberikan pengaruh yang berbeda nyata, maka dilakukan beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5% untuk mengetahui perbedaan masing-masing dari perlakuan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil Analisis Nitrogen Pupuk Organik Cair
Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa pemberian EM4 (Effective Microorganism) pada kotoran padat dan urine sapi berpengaruh nyata terhadap kualitas Nitrogen dalam pupuk organik cair. Data pengamatan pupuk organik cair dapat dilihat pada Tabel 1.


Tabel 1. Hasil Analisis Nitrogen Total Pupuk Organik Cair
Perlakuan
Nitrogen Total (%)
A0
0,44 b
A1
0,56 a
A2
0,29 c
A3
 0,34 c
              KK = 10,34 %
         BNJ = 0,09
Angka-angka pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.


Berdasarkan Tabel 1 dapat diketahui bahwa perlakuan yang tertingi terdapat pada perlakuan A1 : 0,56 % berbeda nyata dengan perlakuan A0 : 0,44 %, A2 : 0,29 % dan A3 : 0,34 %. Perlakuan A0 : 0,44 % berbeda nyata dengan perlakuan A2 : 0,29 % dan A3 : 0,34 %, tapi pada perlakuan A2 : 0,29 % dan A3 : 0,34 % tidak berbeda nyata. Hal itu disebabkan oleh penambahan EM4 (Effective mikroorganism4) karena EM4 ini dapat meningkatkan dekomposisi bahan organik. Sejalan dengan pendapat Nengsih (2002), menyatakan bahwa aktivator merupakan bahan yang mampu meningkatkan dekomposisi bahan organik. Menurut Kallo dan Sariubang (2011), Fermentasi urine sapi dengan menggunakan EM4 juga dapat meningkatkan kandungan hara nitrogen dalam pupuk organik cair karena bakteri yang ada dalam EM4 ini dapat menguraikan urine sapi dengan sempurna.

Hasil Analisis Fosfor Pupuk Organik Cair
Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa pemberian EM4 (Effective Microorganism) pada kotoran padat dan urine sapi berpengaruh nyata terhadap kualitas Fosfor dalam pupuk organik cair. Data pengamatan pupuk organik cair dapat dilihat pada Tabel 2.


Tabel 2. Hasil Analisis Fosfor Total Pupuk Organik Cair
Perlakuan
                      Fosfor Total (%)
A0
                            0,09 b
A1
                            0,13 a
A2
                            0,09 b
A3
                            0,10 ab
            KK = 11,83 %
                            BNJ = 0,02
Angka-angka pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.


Berdasarkan Tabel 2 dapat diketahui bahwa perlakuan yang tertingi terdapat pada perlakuan A1 : 0,13 % tidak berbeda nyata dengan perlakuan A3 0,10 % tapi, berbeda nyata dengan perlakuan A0 : 0,09 % dan A2 : 0,09 %. Perlakuan A0 : 0,09 %  dan A1: 0,13 %  tidak berbeda nyata. Hal ini sejalan dengan kandungan hara nitrogen pada perlakuan A1 yang juga lebih tinggi
Hasil Analisis Kalium Pupuk Organik Cair
Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa pemberian EM4 (Effective Microorganism) pada kotoran padat dan urine sapi berpengaruh nyata terhadap kualitas Kalium dalam pupuk organik cair. Data pengamatan pupuk organik cair dapat dilihat pada Tabel 3.


Tabel 3. Hasil Analisis Kalium Total Pupuk Organik Cair
Perlakuan
Kalium Total %
A0
     0,97  b
A1
    1,27  a
A2
                                          1,08  ab
A3
    0,94  b
     KK = 9,34 %
          BNJ = 0,22
Angka-angka pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.


Berdasarkan Tabel 3 dapat diketahui bahwa perlakuan yang tertingi terdapat pada perlakuan A1 : 1,27 % berbeda nyata dengan perlakuan A0 : 0,97 %, A2 : 1,08 % dan A3 : 0,94 %. Sementara perlakuan A1: 1,27 %  dan A2 : 1,08 % tidak berbeda nyata. Perlakuan A0 : 0,97 tidak berbeda nyata dengan perlakuan A2 1,08 % dan A3 : 0,94 %. Tingginya kandungan kalium pada perlakuan A1 ini disebabkan oleh tingginya nilai kandungan hara nitrogen, fosfor dan dengan penambahan EM4 (Effective Mikroorganisme4) pada komposisi bahan pupuk organik cair dari urine sapi, sehingga dengan kondisi seperti ini menyebabkan mikroorganisme hidup pada keadaan lingkungan yang menguntungkan.
Penambahan EM4 (Effective Microorganism) juga berpengaruh terhadap peningkatan kandungan kalium dan fosfor pada proses pengomposan pupuk organik cair. Penambahan dedak padi juga di indikasikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar kalium. Sejalan dengan pendapat Suswardany (2006), menjelaskan bahwa dengan penambahan  EM4 (Effective Microorganism) pada komposisi pupuk organik cair berpengaruh terhadap peningkatan kandungan kalium dan fosfor pada proses pengomposan pupuk organik cair serta penambahan dedak juga di indikasikan berpengaruh terhadap peningkatan kadar kalium.
Hidayati (2008) menjelaskan bahwa nilai kandungan hara nitrogen, fosfor dan kalium saling berkaitan dalam pengomposan pupuk organik cair, semakin tinggi nilai kandungan hara nitrogen dan fosfor yang dikandung dalam pengomposan pupuk organik cair, maka mikroorganisme pengurai yang merombak unsur kalium akan meningkat, sehingga nilai kandungan unsur kalium dalam komposisi pupuk organik cair juga meningkat.

KESIMPULAN

Kualitas kandungan hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium yang tertinggi dalam uji fermentasi pupuk organik cair dari kotoran sapi terdapat pada perlakuan A1, dimana nilai kandungan haranya adalah Nitrogen : 0,56 %, Fosfor : 0,13 % dan Kalium : 1,27 %.  Komposisi pupuk organik cair yang terbaik terdapat pada perlakuan A1, dengan komposisi urine sapi difermentasi dengan menggunakan EM4 (Effective Microorganism).

DAFTAR PUSTAKA

Hidayati. 2008. Pengolahan Limbah Ternak (feces) Sapi Dengan Menggunakan Em4 dan Stradec. http://peternakanonline.blogspot.com. Diakses pada hari Rabu, 16 November 2012.
Hadisuwito. 2012. Cara Mudah Fermentasi Urine Sapi Untuk Pupuk Organik Cair.http://www.gerbangpertanian.com/2012/11/16/cara-mudah-fermentasi-urine-sapi-untuk.html. Diakses pada hari Rabu, 16 November 2012.
Kallo, R dan Sariubang, M. 2011. Permentasi Kencing Sapi Menjadi Pupuk Organik Cair. BPTP Sulewesi Selatan . Edisi Khusus Penas XIII, 22 Juni 2011. Bptpmks@indosat.net.id.

Nengsih. 2002. Penggunaan EM4 dan GT1000-WTA dalam pembuatan pupuk organik cair dan padat dari isi rumen limbah RPH. [skripsi]. Bogor: Fakultas Petemakan. Institut Pertanian Bogor.

Suswardany. 2006. Pupuk Organik dan Pupuk Hayati. Jawa Barat : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Hal 2.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar