Kamis, 23 Januari 2014

Jurnal Green Swarnadwipa ISSN 2252-861X, Vol. 3 No. 1, Mei 2013 HAL 33-36


PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASI DAN BERBAGAI VARIETAS TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KACANG TANAH (Arachis hypogaea.L)

Erinda Sari, Elfi Indrawanis dan Tri Nopsagiarti
Prodi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Swarnadwipa Teluk Kuantan
Jl. Gatot Subroto KM 7 Jake Tlpn. 081268855945 erinda_sari@yahoo.co.id Teluk Kuantan

ABSTRACT

The research was done in experimental garden of agricultural college swarnadwipa. It was researched during 4 months. The research aims to know about the influence of giving bokasi and some varieties singlely and the interaction toward peanut production. The research used group factorial random program (RAK) consisted of 2 factors. they were B (bokasi) cosisted of 4 levels and V (Varieties) was 3 levels.The first factor was giving bokasi B0 :without bokasi, B1 : Giving bokasi 2,4 kg/plot, B2 : Giving bokasi 4,8 kg/plot, B3 : Giving bokasi : 7,2 kg/plot. The second factor of some varieties V1 : Rabbit, V2 : Sheep, V3 : Elephant thereby, it would be gotten 12 combinations of each treatment and the treatment consisted of 3 repetitions. Then, the obtained data would be analysed statistically and if F was higher than F Table, it would be continued by test different real downright (BNJ) in 5 % level. The research result could be concluded that the applying of single bokasi showed the real influence toward the age of flower parameter, the weight of dried seed per-plot and the interaction treatment of giving bokasi and some varieties shows the real influence of the age of flower appearance, cropping and the weight of dried seed/plot.

Key words : bokasi, varieties, peanut.


PENDAHULUAN

Tanaman Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman semusim yang digemari oleh semua lapisan masyarakat. Biji kacang tanah dapat dikonsumsi langsung berupa kacang rebus dan kacang goreng ataupun sebagai bahan baku industri makanan untuk dijadikan selai, minyak goreng, bumbu pecal dan lain - lain. Selain itu bungkil kacang tanah dapat dimanfaatkan makanan ternak, sedangkan daunnya mengandung protein dan zat kapur sehingga dapat diolah menjadi makanan ternak. Produksi kacang tanah dikabupaten Kuantan Singingi tahun 2008 mencapai 250,37 ton, namun pada tahun 2009 mengalami penurunan yaitu 202,08 ton, pada tahun 2010 kembali mengalami peningkatan sebesar 205,10 ton (Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, 2010). Untuk mendapatkan pertumbuhan kacang tanah yang lebih baik perlu dipacu dengan  pemberian pupuk, baik pupuk organik maupun anorganik. Pupuk organik  merupakan pupuk dengan bahan dasar yang diambil dari alam dengan jumlah dan jenis unsur hara yang terkandung secara alami (Musnamar, 2007).
Bokasi merupakan pupuk organik yang telah difermentasi dengan menggunakan inokulum efektive mikroorganisme-4 (EM-4). Pupuk ini mempunyai peranan yang besar dan dapat dihasilkan dalam waktu singkat. Peranan teknologi EM-4 merupakan suatu teknologi alternatif yang memberikan peluang seluas – luasnya untuk meningkatkan dan menjaga produksi tanaman (Karama, Marzuki, dan Marwan, 1990). Cara kerja EM-4 di dalam tanah yang secara sinergis dapat mencegah serangan hama dan penyakit, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah sehingga dapat meningkatkan kesehatan pertumbuhan tanaman. Disamping itu pemberian efektifive mikroorganisme-4 (EM-4) pada proses pembuatan bokasi mempercepat proses pelapukan dari bahan organik (Indonesia Kyusei Nature Farming Sociaties, 2005).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokasi dan berbagai varietas terhadap produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea. L).


BAHAN DAN METODA

Tempat dan Waktu
Penelitian ini telah dilaksanakan dikebun percobaan Sekolah Tinggi iIlmu Pertanian Swarnadwipa Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan terhitung dari bulan September Sampai Desember 2012.

Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kacang tanah varietas Kelinci, Domba, dan Gajah, KCL, UREA, TSP, kotoran sapi, gula merah, jerami padi dan EM4, sedangkan alat yang digunakan cangkul, sekop, ember, karung goni, paku, kayu,  timbangan, gergaji dan alat tulis lainnya.

Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu B (Bokasi) terdiri dari 4 taraf dan V (Varietas) terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga diperoleh 12 kombinasi perlakuan masing – masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Jumlah plot yang digunakan dalam percobaan ini sebanyak 36 plot, masing – masing plot terdiri dari 4 tanaman dan 3 diantaranya dijadikan tanaman sampel. Jumlah tanaman keseluruhan 144 tanaman.
Adapun perlakuan tersebut sebagai berikut : Faktor pertama pemberian Bokasi : B0 :Tanpa pemberian bokasi, B1 : Pemberian bokasi = 2,4 kg/plot, B2 : Pemberian bokasi = 4,8 kg/plot, B3 : Pemberian bokasi = 7,2 kg/plot. Faktor kedua berbagai varietas : V1 : Kelinci, V2 : Domba, V3 : Gajah.
Data hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan di analisis secara statistik Apabila dalam Analisis Sidik Ragam memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter yang diamati, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%, untuk mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Umur Muncul bunga (Hari)
Penggunaan berbagai varietas secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap umur berbunga,  dimana V1 berbeda nyata dengan perlakuan V2 dan V3 dan perlakuan V2 berbeda nyata dengan perlakuan V1 dan V3, begitu juga dengan perlakuan V3 berbeda nyata dengan perlakuan V1 dan V2. Terjadinya pengaruh terhadap penggunaan berbagai varietas diduga karena varietas kacang tanah yang digunakan memiliki daya adaptasi yang berbeda terhadap lingkungan, sehingga dapat mempengaruhi munculnya bunga. Adapun faktor lingkungan yang mempengaruhi umur berbunga tersebut seperti tanah, pemupukan, jarak tanam dan iklim. Perubahan ini mencerminkan pemicu dari kelompok gen tertentu yang berperan dalam proses pembungaan. Tanaman akan menghasilkan bunga bila zat cadangan terpenuhi dan juga ditentukan oleh sifat tanaman serta faktor lingkungan (Lakitan, 2000).


Tabel 1. Rerata umur muncul bunga dengan perlakuan Bokasi dan berbagai varietas (hari).
Faktor B
Faktor V
Rerata B
V1
V2
V3
B0
25,67e
29,67bc
33,67a
29,67
B1
25,67e
30,33b
34,00a
30,00
B2
27,67cd
28,67c
33,00a
29,78
B3
27,00d
30,00b
33,33a
30,11
Rerata V
26,50c
29,67b
33,50a
KK=4,25%
     BNJ V=1,99
      BNJ BV=1,62
Angka-angka pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.


Umur Panen (Hari)
Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukan bahwa bahwa pemberian bokasi secara tunggal berpengaruh nyata terhadap umur panen, perlakuan terbaik adalah B3 yaitu 93,00 hari (Bokasi 7,2 kg/plot). Perlakuan B3 berbeda nyata dengan perlakuan B2, perlakuan B1 dan B0. Perlakuan B3 lebih cepat panen dari perlakuan lainnya, hal ini dididuga ketersediaan unsur hara mencukupi kebutuhan tanaman, karena pemberian dosis yang tinggi baru mampu mempercepat umur panen, dimana pada fase ini tanaman lebih membutuhkan unsur P untuk mempercepat umur panen.



Tabel 2.       Rerata umur panen Tanaman Kacang tanah dengan perlakuan bokasi dan berbagai varietas (hari).
Faktor B
Faktor V
Rerata B
V1
V2
V3
B0
97,33c
103,00c
103,00c
101,11c
B1
103,00c
100,67d
101,00d
101,56c
B2
100,67d
102,00d
91,67a
98,11b
B3
91,67a
93,33ab
94,00b
93,00a
Rerata V
98,17
99,75
97,42
KK= 2,40%
     BNJ B = 0,73
      BNJ BV=1,76
Angka-angka pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
         

          Perlakuan interaksi pupuk bokasi dan berbagai varietas memberikan pengaruh yang nyata terhadap umur panen, dimana perlakuan terbaik adalah B3V1 (91,67) hari, ini diduga pemberian bokasi mampu bersinergi dengan berbagai varietas yang digunakan, sehingga mempercepat umur panen

Jumlah Polong Bernas Perplot (Polong)

Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa pemberian Bokasi dan Berbagai varietas baik secara tunggal maupun interaksi tidak menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap hasil perplot. hal ini diduga karena saat penelitian pembumbunan hanya dilakukan 2 kali sehingga menghasilkan polong bernas yang sedikit. Pembumbunan merupakan faktor penentu terhadap pembentukan polong bernas, karena pada kacang tanah pembumbunan berfungsi untuk memudahkan bakal buah menembus permukaan tanah sehingga pertumbuhannya optimal.



Tabel 3.       Rerata jumlah polong bernas perplot Tanaman Kacang tanah   dengan  Perlakuan Bokasi dan Berbagai Varietas (polong)
Faktor B
Faktor V
Rerata B
V1
V2
V3
B0
153,33
148,00
106,00
135,78
B1
143,67
119,33
169,67
144,22
B2
173,67
176,33
162,00
170,67
B3
188,67
110,33
143,67
147,56
Rerata V
164,83
138,50
145,33
Kk=21,24%
Angka-angka pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.


Berat Biji Kering Perplot (g)

          Penggunaan berbagai varietas secara tunggal menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap berat biji kering perplot, dimana perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan (V3) yaitu 201,75 dan perlakuan terendah terdapat pada (V2) yaitu 71,67. Hal ini menunjukkan bahwa masing – masing varietas yang digunakan mempunyai kemampuan memproduksi berat biji kering yang tidak sama.
Bari dan Rianto (1974), menyatakan bahwa varietas merupakan kelompok tanaman dengan ciri khas yang seragam dan stabil serta mengandung perbedaan yang jelas dari varietas lain. Demikian halnya dengan ketiga jenis varietas hibrida yang digunakan meskipun ketiganya merupakan jenis unggul tetapi karena adanya perbedaan varietas sehingga sifat – sifat yang dimunculkan juga berbeda.


Tabel 4. Rerata berat biji kering per plot Tanaman Kacang tanah dengan Perlakuan Bokasi dan Berbagai Varietas(gr)
Faktor B
Faktor V
Rerata B
V1
V2
V3
B0
102,00e
52,00f
217,67a
123,89
B1
130,33d
93,33e
183,67c
135,78
B2
93,33e
61,67f
200,67b
118,56
B3
103,00e
79,67f
205,00ab
129,22
Rerata V
107,17b
71,67c
201,75a
KK=14,87%                    BNJ V= 8,68                           BNJBV=10,89

Angka-angka pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
         

KESIMPULAN

Perlakuan secara tunggal bokasi (B), memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur panen dengan perlakuan terbaik B3 (93,00) hari. Perlakuan tunggal berbagai varietas (V), memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur muncul bunga dengan perlakuan terbaik  V1 (26,50) dan berat biji kering perplot dengan perlakuan terbaik V3 (201,75). Perlakuan secara interaksi pemberian bokashi dan berbagai varietas  menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur panen dengan perlakuan terbaik B3V1 (91,67), dan berpengaruh pada parameter umur muncul bunga dengan perlakuan terbaik B2V1 (25,67), parameter berat biji dengan perlakuan terbaik B0V3 (217,67).





DAFTAR PUSTAKA

Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, 2010 (Pengembangan Budidaya Tanaman Kacang Tanah).
Musnamar, E.I. 2007. Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta.
Karama.     A.  S.  A.  R.   Marzuki. Dan  I  Marwan.  1990.   Penggunaan  Pupuk Organik  Pada  Tanaman  Pangan. Prosiding Lokakarya Nasional  Efisiensi Penggunaan pupuk. Pusat Penelitian tanah dan Agroklamat. Jakarta.
Indonesia Kyusei Nature Farming Sociaties (IKNFS). 2005. EM-Bokashi dari Cara Membuat dan Aplik asi. PT. Songgolangit Persada. Jakarta
Lakitan. B. 2000. Dasar – dasar fisiologi tumbuhan. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Bari dan Rianto, 1974. Teknologi Mulsa dan Berbagai Varietas. Penebar Swadaya. Jakarta.














Tidak ada komentar:

Posting Komentar