PENGARUH
PEMBERIAN PUPUK BOKASI DAN BERBAGAI VARIETAS TERHADAP PRODUKSI TANAMAN KACANG
TANAH (Arachis hypogaea.L)
Erinda Sari, Elfi Indrawanis dan Tri Nopsagiarti
Prodi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Swarnadwipa
Teluk Kuantan
Jl. Gatot Subroto KM 7 Jake Tlpn. 081268855945 erinda_sari@yahoo.co.id Teluk
Kuantan
ABSTRACT
The
research was done in experimental garden of agricultural college swarnadwipa.
It was researched during 4 months. The research aims to know about the
influence of giving bokasi and some varieties singlely and the interaction
toward peanut production. The research used group
factorial random program (RAK) consisted of 2 factors. they were B (bokasi)
cosisted of 4 levels and V (Varieties) was 3 levels.The first factor was giving
bokasi B0 :without bokasi, B1 : Giving bokasi 2,4 kg/plot, B2 : Giving bokasi
4,8 kg/plot, B3 : Giving bokasi : 7,2 kg/plot. The second factor of some
varieties V1 : Rabbit, V2 : Sheep, V3 : Elephant thereby, it would be gotten 12
combinations of each treatment and the treatment consisted of 3 repetitions.
Then, the obtained data would be analysed statistically and if F was higher
than F Table, it would be continued by
test different real downright (BNJ) in 5 % level. The research result could be
concluded that the applying of single bokasi showed the real influence toward
the age of flower parameter, the weight of dried seed per-plot and the
interaction treatment of giving bokasi and some varieties shows the real influence
of the age of flower appearance, cropping and the weight of dried seed/plot.
Key words : bokasi, varieties,
peanut.
PENDAHULUAN
Tanaman
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) merupakan tanaman semusim yang
digemari oleh semua lapisan masyarakat. Biji kacang tanah dapat dikonsumsi
langsung berupa kacang rebus dan kacang goreng ataupun sebagai bahan baku
industri makanan untuk dijadikan selai, minyak goreng, bumbu pecal dan lain -
lain. Selain itu bungkil kacang tanah dapat dimanfaatkan makanan ternak,
sedangkan daunnya mengandung protein dan zat kapur sehingga dapat diolah
menjadi makanan ternak. Produksi kacang tanah dikabupaten Kuantan Singingi
tahun 2008 mencapai 250,37 ton, namun pada tahun 2009 mengalami penurunan yaitu
202,08 ton, pada tahun 2010 kembali mengalami peningkatan sebesar 205,10 ton
(Dinas Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, 2010). Untuk mendapatkan
pertumbuhan kacang tanah yang lebih baik perlu dipacu dengan pemberian pupuk, baik pupuk organik maupun
anorganik. Pupuk organik merupakan pupuk
dengan bahan dasar yang diambil dari alam dengan jumlah dan jenis unsur hara
yang terkandung secara alami (Musnamar, 2007).
Bokasi
merupakan pupuk organik yang telah difermentasi dengan menggunakan inokulum
efektive mikroorganisme-4 (EM-4). Pupuk ini mempunyai peranan yang besar dan
dapat dihasilkan dalam waktu singkat. Peranan teknologi EM-4 merupakan suatu
teknologi alternatif yang memberikan peluang seluas – luasnya untuk
meningkatkan dan menjaga produksi tanaman (Karama, Marzuki, dan Marwan, 1990).
Cara kerja EM-4 di dalam tanah yang secara sinergis dapat mencegah serangan
hama dan penyakit, memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologis tanah sehingga
dapat meningkatkan kesehatan pertumbuhan tanaman. Disamping itu pemberian
efektifive mikroorganisme-4 (EM-4) pada proses pembuatan bokasi mempercepat
proses pelapukan dari bahan organik (Indonesia Kyusei Nature Farming Sociaties,
2005).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk
bokasi dan berbagai varietas terhadap produksi tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea. L).
BAHAN DAN
METODA
Tempat dan Waktu
Penelitian ini telah dilaksanakan dikebun percobaan Sekolah Tinggi
iIlmu Pertanian Swarnadwipa Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini
dilaksanakan selama 4 bulan terhitung dari bulan September Sampai Desember
2012.
Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah kacang tanah varietas Kelinci,
Domba, dan Gajah, KCL, UREA, TSP, kotoran sapi, gula merah, jerami padi dan
EM4, sedangkan alat yang digunakan cangkul, sekop, ember, karung goni, paku,
kayu, timbangan, gergaji dan alat tulis
lainnya.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial
yang terdiri dari 2 faktor yaitu B (Bokasi) terdiri dari 4 taraf dan V (Varietas)
terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga
diperoleh 12 kombinasi perlakuan masing – masing perlakuan terdiri dari 3
ulangan. Jumlah plot yang digunakan dalam percobaan ini sebanyak 36 plot,
masing – masing plot terdiri dari 4 tanaman dan 3 diantaranya dijadikan tanaman
sampel. Jumlah tanaman keseluruhan 144 tanaman.
Adapun perlakuan tersebut sebagai berikut : Faktor
pertama pemberian Bokasi : B0 :Tanpa pemberian bokasi, B1 : Pemberian bokasi =
2,4 kg/plot, B2 : Pemberian bokasi = 4,8 kg/plot, B3 : Pemberian bokasi = 7,2
kg/plot. Faktor kedua berbagai varietas : V1 : Kelinci, V2 : Domba, V3 : Gajah.
Data hasil penelitian yang diperoleh dari lapangan di analisis
secara statistik Apabila dalam Analisis
Sidik Ragam memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter yang diamati,
maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%, untuk
mengetahui perbedaan masing-masing perlakuan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Umur
Muncul bunga (Hari)
Penggunaan
berbagai varietas secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap umur
berbunga, dimana V1 berbeda nyata dengan
perlakuan V2 dan V3 dan perlakuan V2 berbeda nyata dengan perlakuan V1 dan V3,
begitu juga dengan perlakuan V3 berbeda nyata dengan perlakuan V1 dan V2.
Terjadinya pengaruh terhadap penggunaan berbagai varietas diduga karena
varietas kacang tanah yang digunakan memiliki daya adaptasi yang berbeda
terhadap lingkungan, sehingga dapat mempengaruhi munculnya bunga. Adapun faktor
lingkungan yang mempengaruhi umur berbunga tersebut seperti tanah, pemupukan,
jarak tanam dan iklim. Perubahan ini mencerminkan pemicu dari kelompok gen
tertentu yang berperan dalam proses pembungaan. Tanaman akan menghasilkan bunga
bila zat cadangan terpenuhi dan juga ditentukan oleh sifat tanaman serta faktor
lingkungan (Lakitan, 2000).
Tabel 1. Rerata umur muncul bunga dengan perlakuan Bokasi dan
berbagai varietas (hari).
|
Faktor B
|
Faktor V
|
Rerata B
|
||
|
V1
|
V2
|
V3
|
||
|
B0
|
25,67e
|
29,67bc
|
33,67a
|
29,67
|
|
B1
|
25,67e
|
30,33b
|
34,00a
|
30,00
|
|
B2
|
27,67cd
|
28,67c
|
33,00a
|
29,78
|
|
B3
|
27,00d
|
30,00b
|
33,33a
|
30,11
|
|
Rerata V
|
26,50c
|
29,67b
|
33,50a
|
|
|
KK=4,25%
|
BNJ V=1,99
|
BNJ BV=1,62
|
||
Angka-angka
pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak
berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
Umur Panen (Hari)
Berdasarkan hasil analisis sidik ragam menunjukan
bahwa bahwa pemberian bokasi secara tunggal berpengaruh nyata terhadap
umur panen, perlakuan terbaik adalah B3 yaitu 93,00 hari (Bokasi 7,2 kg/plot).
Perlakuan B3 berbeda nyata dengan perlakuan B2, perlakuan B1 dan B0. Perlakuan
B3 lebih cepat panen dari perlakuan lainnya, hal ini dididuga ketersediaan
unsur hara mencukupi kebutuhan tanaman, karena pemberian dosis yang tinggi baru
mampu mempercepat umur panen, dimana pada fase ini tanaman lebih membutuhkan unsur
P untuk mempercepat umur panen.
Tabel
2. Rerata umur panen Tanaman Kacang tanah dengan perlakuan bokasi
dan berbagai varietas (hari).
|
Faktor B
|
Faktor V
|
Rerata B
|
||
|
V1
|
V2
|
V3
|
||
|
B0
|
97,33c
|
103,00c
|
103,00c
|
101,11c
|
|
B1
|
103,00c
|
100,67d
|
101,00d
|
101,56c
|
|
B2
|
100,67d
|
102,00d
|
91,67a
|
98,11b
|
|
B3
|
91,67a
|
93,33ab
|
94,00b
|
93,00a
|
|
Rerata V
|
98,17
|
99,75
|
97,42
|
|
|
KK= 2,40%
|
BNJ B = 0,73
|
BNJ BV=1,76
|
||
Angka-angka
pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak
berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
Perlakuan
interaksi pupuk bokasi dan berbagai varietas memberikan pengaruh yang nyata
terhadap umur panen, dimana perlakuan terbaik adalah B3V1 (91,67) hari, ini
diduga pemberian bokasi mampu bersinergi dengan berbagai varietas yang
digunakan, sehingga mempercepat umur panen
Jumlah Polong Bernas Perplot
(Polong)
Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa pemberian Bokasi dan Berbagai
varietas baik secara tunggal maupun interaksi tidak menunjukkan pengaruh yang
nyata terhadap hasil perplot. hal ini diduga karena saat penelitian pembumbunan
hanya dilakukan 2 kali sehingga menghasilkan polong bernas yang sedikit.
Pembumbunan merupakan faktor penentu terhadap pembentukan polong bernas, karena
pada kacang tanah pembumbunan berfungsi untuk memudahkan bakal buah menembus
permukaan tanah sehingga pertumbuhannya optimal.
Tabel
3. Rerata jumlah polong bernas perplot Tanaman Kacang tanah dengan
Perlakuan Bokasi dan Berbagai Varietas (polong)
|
Faktor B
|
Faktor V
|
Rerata B
|
||
|
V1
|
V2
|
V3
|
||
|
B0
|
153,33
|
148,00
|
106,00
|
135,78
|
|
B1
|
143,67
|
119,33
|
169,67
|
144,22
|
|
B2
|
173,67
|
176,33
|
162,00
|
170,67
|
|
B3
|
188,67
|
110,33
|
143,67
|
147,56
|
|
Rerata V
|
164,83
|
138,50
|
145,33
|
|
|
Kk=21,24%
|
||||
Angka-angka
pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak
berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
Berat Biji Kering Perplot (g)
Penggunaan
berbagai varietas secara tunggal menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap berat
biji kering perplot, dimana perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan (V3)
yaitu 201,75 dan perlakuan terendah terdapat pada (V2) yaitu 71,67. Hal ini
menunjukkan bahwa masing – masing varietas yang digunakan mempunyai kemampuan
memproduksi berat biji kering yang tidak sama.
Bari dan Rianto (1974),
menyatakan bahwa varietas merupakan kelompok tanaman dengan ciri khas yang
seragam dan stabil serta mengandung perbedaan yang jelas dari varietas lain.
Demikian halnya dengan ketiga jenis varietas hibrida yang digunakan meskipun
ketiganya merupakan jenis unggul tetapi karena adanya perbedaan varietas
sehingga sifat – sifat yang dimunculkan juga berbeda.
Tabel
4. Rerata berat biji kering
per plot Tanaman Kacang tanah dengan Perlakuan Bokasi dan Berbagai Varietas(gr)
|
Faktor B
|
Faktor V
|
Rerata B
|
||
|
V1
|
V2
|
V3
|
||
|
B0
|
102,00e
|
52,00f
|
217,67a
|
123,89
|
|
B1
|
130,33d
|
93,33e
|
183,67c
|
135,78
|
|
B2
|
93,33e
|
61,67f
|
200,67b
|
118,56
|
|
B3
|
103,00e
|
79,67f
|
205,00ab
|
129,22
|
|
Rerata V
|
107,17b
|
71,67c
|
201,75a
|
|
|
KK=14,87% BNJ V= 8,68 BNJBV=10,89
|
||||
Angka-angka
pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak
berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
KESIMPULAN
Perlakuan
secara tunggal bokasi (B), memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter
umur panen dengan perlakuan terbaik B3 (93,00) hari. Perlakuan tunggal berbagai
varietas (V), memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter umur muncul
bunga dengan perlakuan terbaik V1
(26,50) dan berat biji kering perplot dengan perlakuan terbaik V3 (201,75).
Perlakuan secara interaksi pemberian bokashi dan berbagai varietas menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap
parameter umur panen dengan perlakuan terbaik B3V1 (91,67), dan berpengaruh
pada parameter umur muncul bunga dengan perlakuan terbaik B2V1 (25,67), parameter
berat biji dengan perlakuan terbaik B0V3 (217,67).
DAFTAR PUSTAKA
Dinas
Tanaman Pangan Kabupaten Kuantan Singingi, 2010 (Pengembangan Budidaya Tanaman Kacang Tanah).
Musnamar, E.I. 2007. Pupuk
Organik. Penebar Swadaya. Jakarta.
Karama. A.
S. A. R.
Marzuki. Dan I Marwan.
1990. Penggunaan Pupuk Organik
Pada Tanaman Pangan. Prosiding Lokakarya Nasional Efisiensi Penggunaan pupuk. Pusat Penelitian
tanah dan Agroklamat. Jakarta.
Indonesia
Kyusei Nature Farming Sociaties (IKNFS). 2005. EM-Bokashi dari Cara Membuat dan
Aplik asi. PT. Songgolangit Persada. Jakarta
Lakitan.
B. 2000. Dasar – dasar fisiologi tumbuhan.
PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Bari
dan Rianto, 1974. Teknologi Mulsa dan
Berbagai Varietas. Penebar Swadaya. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar