KOMBINASI BERBAGAI MEDIA TUMBUH DAN PEMBERIAN PUPUK GANDASIL D TERHADAP
PERTUMBUHAN BIBIT KAKAO ( Theobroma
cacao. L )
Anita Yulanda, Tri Nopsagiarti dan Rover
Prodi Agroteknologi Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Swarnadwipa
Teluk Kuantan
ABSTRACT
This
Research have been executed by in garden Attempt Of College Agronomy of
Swarnadwipa. Time Research during 4 months counted from June until October
month;moon 2012. Device which is used in this research is Random Device of
Group ( Factorial RAK) consisting of two factor, that is factor of M (media
grow) consist of 3 level: M0 (control), M1
( top soil : sand :
manure ), M2 (top soil: sand :
compost). Factor of D giving of Gandasil D consist of 4 level: D0 ( without
giving of Gandasil D), D1 ( giving of Gandasil D 2 gr), D2 (giving of Gandasil
D 4 gr), D3 (giving of Gandasil D 6 gr). Parameter
in this research is high
of seed ( cm), diameter of stem (mm), and number of leaves. Result
of research indicate that treatment of media grow singlely give real influence
to high perception parameter of seed with best treatment is M1 ( 30,06), best
treatment diameter of stem is M1 (
8,06), amount of best treatment leaf is M1 ( 23,28). While treatment of
Gandasil D singlely do not have an effect on reality at all of parameter and
combination interaction treatment of media grow and giving of manure of
gandasil.
Key words : kakao, media grow, Gandasil D.
PENDAHULUAN
Kakao
(Theobroma cacao L ) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang strategis di Indonesia.
Tanaman kakao memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena dari bijinya dapat
diperoleh bubuk kakao dan produk-produk ekstraksi melalui proses fermentasi
sehingga diperoleh bahan mentah yang dapat digunakan sebagai bahan baku
industri makanan seperti susu, cokelat, permen, industri farmasi dan kosmetik.
Dengan demikian kakao mempunyai prospek yang cukup cerah dengan semakin
berkembangnya sektor agro industri.
Perkembangan tanaman kakao di Indonesia bertujuan untuk
memanfaatkan sumber daya alam, meningkatkan pendapatan petani, menyediakan
lapangan pekerjaan, memenuhi kebutuhan konsumen dan untuk memperoleh devisa
melalui ekspor. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
produksi tanaman kakao supaya berimbang dengan tanaman perkebunan lainnya
seperti kelapa sawit dan karet, adalah dengan cara peningkatan kualitas dan
kwantitas yang diawali dari tahap pembibitan.
Untuk
mendapatkan bibit kakao yang yang berkualitas, maka diperlukan upaya perlakuan
bibit secara intensif sejak dari pembibitan sampai siap dipindahkan kelapangan.
Salah satu perlakuan pembibitan yang perlu di perhatikan adalah media tumbuh.
Media
tumbuh sangat berpengaruh terhadap proses pembibitan karena secara langsung
akan mempengaruhi perkembangan akar yang berfungsi sebagai penyokong tanaman
itu sendiri. Untuk mendapatkan media yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan
tanaman, perlu dilakukan pencampuran berbagai jenis bahan yang digunakan
sehingga diperoleh media dengan komposisi yang tepat.
Media
yang biasa digunakan untuk pembibitan kakao adalah tanah. Tanah mempunyai
peranan yang sangat penting karena adanya aktifitas mikroorganisme yang secara
alami akan mendekomposisi serasah permukaan tanah yang pada akhirnya akan
meningkatkan kesuburan tanah. Selain tanah, pasir juga dapat digunakan sebagai
media pembibitan. Pasir mempunyai daya meloloskan air yang besar sehingga unsur
hara yang terdapat pada media akan terbawa dengan mudah bersama dengan air.
Ciri khas pasir ini adalah butirannya tidak kompak atau bercerai berai.
Menurut
hasil penelitian Jumiati (2009) media tumbuh tanah dicampur kompos 1:1 dapat
memperlihatkan lingkar batang yang baik pada pembibitan kakao dan kombinasi media tumbuh pasir, kompos, pupuk
kotoran sapi dengan perbandingan 2:1:2 dapat memberikan pengaruh pada jumlah
daun bibit kakao yang lebih luas.
Dijelaskan
pula oleh Andadari (2005) bahwa Gandasil
D dapat meningkatkan secara nyata produksi daun murbei (morus
sp). Ditambahkan dari hasil penelitian Sandra (2007) Gandasil D dapat
berpengaruh terhadap tinggi bibit kakao (Theobroma
cacao L).
Untuk
mendapatkan struktur tanah yang baik bagi pertumbuhan bibit kakao, maka
pemakaian pupuk sangat dianjurkan. Pupuk dapat membantu aktivitas jasad renik,
serta menyediakan unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Jenis pupuk yang
dapat digunakan untuk tanaman kakao diberikan melalui daun adalah Gandasil D.
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
pemberian media tumbuh dan pupuk Gandasil
D baik secara tunggal maupun secara interaksi terhadap pertumbuhan
bibit kakao (Theobroma cacao.L)
BAHAN DAN METODA
Tempat dan Waktu
Penelitian
ini telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian
Swarnadwipa (STIP-S), Jalan Gatot Subroto KM 7 Kebun Nenas Jake, Desa Jake
Kecamatan Kuantan Tengah. Waktu penelitian selama 4 bulan terhitung dari bulan
Juni sampai bulan Oktober 2012.
Bahan dan Alat
Bahan
yang digunakan adalah kecambah kakao forestero yang diperoleh dari PT. Tri
Bakti Sarimas, tanah, pasir, pupuk kotoran (sapi), kompos, pupuk Gandasil D,
dithane 45, decis 2.5 ec.
Sedangkan
alat yang digunakan adalah polybag, gembor, hand sprayer, kayu, meteran, penggaris, ember, cat, paku, kayu, papan, palu, daun kelapa, timbangan,
kamera dan alat tulis lain.
Metode Penelitian
Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok
(RAK) factorial. faktor M (media tumbuh) terdiri dari 3 taraf: M0 (kontrol), M1
(tanah : pasir : pupuk kotoran sapi ), M2 (tanah : pasir : kompos). Faktor D
(pemberian Gandasil D) terdiri dari 4 taraf: D0 (tanpa pemberian Gandasil D),
D1 (pemberian Gandasil D 2 gr), D2 (pemberian Gandasil D 4 gr), D3 (pemberian
Gandasil D 6 gr).
Dari
hasil penelitian masing– masing perlakuan dianalisis secara statistik, jika F
hitung lebih besar dari F Tabel, maka dilanjutkan dengan Uji Lanjut Beda Nyata
Jujur ( BNJ ) pada taraf 5%.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tinggi Bibit
Data
hasil pengamatan terhadap tinggi bibit dianalisis secara statistik dan hasil
analisis sidik ragam memperlihatkan bahwa perlakuan berbagai media tumbuh
secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi bibit, sedangkan
perlakuan pemberian Gandasil D secara tunggal tidak menunjukkan pengaruh yang
nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit dan secara interaksi kombinasi media
tumbuh dan pupuk Gandasil D tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap
tinggi bibit.
Tabel 1. Rata-Rata Tinggi
Bibit Kakao (cm) dengan Perlakuan Media Tumbuh
dan Pupuk Gandasil D Pada saat tanaman berumur 16 Minggu.
|
FaktorM
( (Media Tumbuh)
|
Faktor
D (Gandasil D)
|
Rerata
|
|||
|
D0
|
D1
|
D2
|
D3
|
||
|
M0
|
20,56
|
24,33
|
23,67
|
27,78
|
24,08b
|
|
M1
|
31,56
|
31,56
|
29,56
|
29,67
|
30,06a
|
|
M2
|
25,56
|
23,22
|
26,33
|
29,44
|
26,14b
|
|
Rerata
|
25,89
|
26,37
|
26,52
|
28,96
|
|
|
KK= 13,54% BNJ M=5,75
|
|||||
Angka-angka
pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak
berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
Hasil
dari analisis data kombinasi media tumbuh secara tunggal memberikan pengaruh
yang nyata terhadap pertumbuhan tinggi bibit, dimana perlakuan terbaik adalah
M1 (tanah : pasir : pupuk kotoran sapi) yaitu 30,06 diikuti oleh perlakua M2
(tanah : pasir : kompos) yaitu 26,14, dan perlakuan terendah adalah M0 (tanah :
pasir) yaitu 24,08 Perlakuan M1 dengan perbandingan 2:1:1 memberikan pengaruh
terhadap tinggi tanaman, hal ini diduga karena media juga dapat menentukan
ketersediaan unsur hara bagi bibit. Purba dan
Lubis (1987) mengatakan bahwa perakaran yang baik dapat mengaktifkan penyerapan
unsur hara sehingga metabolisme cepat berlangsung dengan baik dan menyebabkan
pertumbuhan tanaman lebih cepat dan dapat menambah pertumbuhan tinggi tanaman.

Gambar 1:
Grafik Pertumbuhan Tinggi Bibit (cm)
Keterangan:
MST : Minggu Setelah Tanam
M0 : ( tanah : pasir)
M1 : (tanah : pasir : pupuk
kotoran sapi)
M2 : (tanah : pasir : kompos)
Dilihat
dari grafik di atas maka pertumbuhan
paling tinggi terdapat pada perlakuan M1 (tanah, pasir, pupuk kotoran sapi) (
2: 1 :1) dan yang paling terendah adalah terdapat pada perlakuan M0 (tanah,
pasir) (2 : 1). Kandungan bahan organik yang tinggi pada media terutama N dan
terbentuknya kondisi media yang baik, telah mampu memberikan pertumbuhan yang
baik bagi bibit kakao, karena telah dilakukan pencampuran tanah, pasir dan
pupuk kotoran sapi. Menurut Hakim et. al
(1986) sumbangan bahan organik terhadap pertumbuhan tanaman berpengaruh
terhadap sifat fisik, kimia dan biologi tanah .
Perlakuan
M1 dengan perbandingan 2:1:1 memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman, hal
ini diduga karena media juga dapat menentukan ketersediaan unsur hara bagi
bibit. Purba dan Lubis (1987) mengatakan bahwa perakaran yang baik dapat
mengaktifkan penyerapan unsur hara sehingga metabolisme cepat berlangsung
dengan baik dan menyebabkan pertumbuhan tanaman lebih cepat dan dapat menambah
pertumbuhan tinggi tanaman.
Penambahan pasir kedalam media
diduga berhasil memperbaiki aerase media. Dengan menigkatnya aerase media maka
ketersediaan oksigen bagi akar tanaman akan bertambah. Hakim et. al (1986) mengatakan jika semakin
tinggi presentase pasir di dalam tanah, semakin banyak ruang pori-pori diantara
partikel-partikel tanah. Maka semakin dapat memperlancar gerakan udara dan air.
Selain
itu, penambahan pupuk kotoran sapi ke dalam media menjadi lebih berarti dalam
memperbaiki sifat fisik dan menambahkan unsur hara dalam tanah terutama nirogen
(N). Menurut Jumin (2002) nitrogen berfungsi untuk merangsang pertunasan dan
penambahan tinggi tanaman, sejalan dengan pendapat Lingga (2001) menyatakan
bahwa nitrogen dalam jumlah yang cukup berperan dalam mempercepat pertumbuhan
tanaman secara keseluruhan, khususnya batang dan daun. Unsur nitrogen berperan
dalam pembentukan sel , jaringan, dan organ tanaman.
Perlakuan pemberian pupuk Gandasil D
secara tunggal memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap tinggi bibit, hal
ini diduga Gandasil D tidak berpengaruh nyata diduga karena pembentukan bagian
– bagian tanaman lebih dipengaruhi oleh sifat genetis tanaman itu sendiri.
Lakitan (2000) menjelaskan pertumbuhan tanaman seperti daun, batang dan akar
sangat ditentukan oleh faktor genetik dan faktor lingkungan.
Secara
interaksi perlakuan media tumbuh dan pemberian pupuk Gandasil D memberikan pengaruh
yang tidak nyata terhadap tinggi bibit kakao. Hal ini diduga karena dosis
Gandasil D dan kombinasi media yang digunakan belum seimbang dengan kebutuhan
tanaman sehingga tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi bibit.
Sesuai dengan pendapat Hakim et. al (1986) menjelaskan bahwa unsur
hara yang diberikan pada tanaman dalam bentuk yang tersedia dan seimbang dapat
memberikan pertumbuhan yang baik pada tanaman, sedangkan tanaman yang mengalami
kekurangan unsur hara akan menunjukkan gejala pertumbuhan tanaman yang tidak
normal bahkan bisa menyebabkan tanaman menjadi kerdil.
Diameter Batang
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap
diameter batang, maka diperoleh hasil
perlakuan kombinasi media tumbuh secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap
diameter batang, pada perlakuan pemberian Gandasil D secara tunggal tidak
menunjukan pengaruh yang nyata terhadap diameter batang dan secara interaksi
kombinasi media tumbuh dan pupuk Gandasil D tidak memberikan pengaruh yang
nyata Perlakuan media tumbuh secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata
terhadap diameter batang, dimana perlakuan terbaik adalah M1 (tanah, pasir,
pupuk kotoran sapi) yaitu 8,06 mm, perlakuan M2 (tanah, pasir, kompos) yaitu
7,17 mm, dan perlakuan terendah adalah M0
(tanah, pasir) yaitu 6,74 mm. Hal ini disebabkan pupuk kotoran sapi
selain mampu mempertahankan sifat fisik tanah, juga menyediakan unsur hara N, P, K. Unsur hara N yang diserap oleh
tanaman berperan dalam menunjang pertumbuhan vegetatif tanaman. Unsur P berperan
dalam pembentukan sistem perakaran yang baik. Unsur K yang berada pada ujung
akar merangsang proses pemanjangan akar
|
fakt Faktor M
( (Media Tumbuh)
|
Faktor
D (Gandasil D)
|
Rerata
|
|||
|
D0
|
D1
|
D2
|
D3
|
||
|
M0
|
6,38
|
7,24
|
6,39
|
6,93
|
6,74
b
|
|
M1
|
8,42
|
7,72
|
7,93
|
8,19
|
8,06
a
|
|
M2
|
7,34
|
6,50
|
7,20
|
7,65
|
7,17
b
|
|
Rerata
|
7,38
|
7,15
|
7,17
|
7,59
|
|
|
KK=
7,35 % BNJ M=0,82
|
|||||
Tabel
2. Rata-Rata Diameter Batang
Kakao (mm) dengan Perlakuan Media Tumbuh dan Pupuk Gandasil D
Angka-angka
pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak
berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
Perbesaran
batang dipengaruhi oleh ketersediaan unsur kalium karena kalium merupakan unsur
hara yang diserap dalam jumlah yang sama dengan nitrogen jika kekurangan kalium
akan menghambat pertumbuhan tanaman (Hakim et
al, 1986). Pendapat ini didukung oleh
Purba dan Lubis (1987) mengatakan bahwa kalium mempunyai fungsi penting
dalam menguatkan tanaman dan proses fisiologi tanaman serta berperan dalam
proses metabolisme dan mempunyai pengaruh dalam absorbsi hara, transpirasi,
kerja enzim serta translokasi karbohidrat.
Pemberian
pupuk Gandasil D secara tunggal tidak memberikan pengaruh nyata terhadap
diameter batang diduga karena unsur hara didalam tanah yang telah tercukupi
dengan pemberian perlakuan media tumbuh, dapat dilihat dari pertumbuhan tanpa
pemberian perlakuan. Lakitan (2007) menyatakan sebagian besar unsur yang
dibutuhkan tanaman diserap dari larutan tanah melalui akar. Lingga dan Marsono
(2001) mengatakan bahwa pemberian pupuk melalui daun akan segera diabsorbsi dan
pengaruh tanaman akan terlihat beberapa hari, tetapi karena efek residunya
kecil maka pemberian pupuk harus lebih sering dilakukan.
Interaksi
antara kombinasi media tumbuh dan pupuk Gandasil D tidak berbeda nyata terhadap
diameter batang, tetapi hasil yang terbaik menunjukan pada perlakuan M1D1 yaitu
8,42 cm. Hal ini disebabkan karena
pertumbuhan bibit yang lambat mengingat bahwa tanaman kakao adalah tanaman
tahunan, sehingga pengaruh pemberian pupuk belum dapat dilihat secara nyata
dalam waktu yang relatif singkat. Pertumbuhan tanaman tidak hanya dipengaruhi
oleh faktor internal (laju fotosintetik, respirasi, ketahanan terhadap tekanan
iklim dan lain-lain) tetapi juga faktor
eksternal diantaranya adalah status air dalam tanah, suhu diareal tanaman,
kandungan unsur hara dalam tanah dan intensitas matahari. Bahkan pemberian
pupuk bisa optimal apabila didukung oleh faktor lingkungan dan faktor tanaman
itu sendiri, yaitu faktor genetik. Jika faktor-faktor tersebut tidak saling
mendukung maka nutrisi tanaman yang diberikan tidak akan berarti bagi tanaman
(Kartasopoetra, 1991). Pemberian pupuk bisa optimal apabila kedua faktor
tersebut ada.
Jumlah Daun
Data
hasil pengamatan terhadap jumlah daun diperoleh hasil seperti pada Tabel 3 dimana perlakuan media tumbuh
secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun. Sedangkan
perlakuan pemberian Gandasil D secara tunggal tidak menunjukan pengaruh yang
nyata terhadap jumlah daun dan secara interaksi antara kombinasi media tumbuh
dan pupuk Gandasil D tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun.
Tabel
3. Rata-Rata
Jumlah Daun Kakao (cm) dengan Perlakuan Media Tumbuh dan Pupuk Gandasil D pada sat tanaman
berumur 16 minggu
|
FaktorM
( (Media Tumbuh)
|
Faktor D
(Gandasil D)
|
Rerata
|
|||
|
D0
|
D1
|
D2
|
D3
|
||
|
M0
|
19,11
|
16,56
|
18,11
|
17,56
|
17,83 b
|
|
M1
|
19,67
|
19,67
|
25,78
|
24,67
|
23,28 a
|
|
M2
|
18,44
|
18,11
|
14,56
|
20,22
|
17,83 b
|
|
Rerata
|
19,07
|
18,11
|
19,48
|
20,81
|
|
|
KK= 16,67 % BNJ M=5,19
|
|||||
Angka-angka
pada baris dan kolom yang diikuti oleh huruf kecil yang sama adalah tidak
berbeda nyata menurut uji lanjut (BNJ) pada taraf 5%.
Perlakuan
media tumbuh secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata tehadap jumlah daun,
dimana perlakuan terbaik adalah M1 (23,28 cm), diikuti perlakuan M2 (17,83 cm),
dan perlakuan terendah adalah M0 (17,83 cm). Hal ini di sebabkan karena pupuk kandang
teksturnya lebih halus sehingga efesiensi penyerapan hara lebih besar di
bandingkan kompos. Sesuai dengan pendapat Hakim, et.al (1987) faktor yang lebih penting pada pupuk kandang adalah
kehalusan dan homogenitas dari pupuk. Efisiensi dan efektifitas pupuk kandang
akan meningkat dengan semakin halus dan homogen bahan tersebut.
Ketersediaan
unsur hara yang terkandung pada media terutama N dan P yang cukup. Unsur N, P
dan K yang ada didalam tanah mampu diserap akar dan diangkut ke tubuh tanaman
dibantu oleh air yang tersedia. Pembelahan dan pembesaran sel yang cepat karena
adanya unsur N, P, K yang mengakibatkan daun muda lebih cepat mencapai bentuk
sempurna sehingga perkembangan primodia daun dapat berlangsung lebih awal. Hal
ini ditegaskan oleh Rinsema (1986) bahwa mengemukakan unsur N sangat berperan
terhadap pembentukan daun karena dengan ketersediaan N maka proses fotosintesis
akan meningkat dan hasil fotosintat yang dihasilkan dimanfaatkan oleh tanaman
untuk pembentukan daun.
Pencampuran pasir ke dalam tanah dapat
membuat media menjadi gembur penambahan pupuk kotoran sapi ke dalam media telah
memberikan dampak yang baik dalam penbentukan suatu media di mana pupuk kotoran
sapi menyediakan unsur hara ke dalam media dan membantu pembentukan agregat tanah
sehingga proses penyerapan hara di dalam tanah dapat berjalan dengan baik
karena dalam keadaan tersedia apabila proses penyerapan hara berjalan dengan
baik maka proses fotosintesis berjalan dengan baik. Sehingga pertumbuhan jumlah
daun dapat berlangsung. Nyakpa et. al
(1988) menyatakan dalam pertumbuhan bibit memerlukan unsur N, P, K. Unsur
nitrogen di perlukan untuk sintesis, protein dan bahan- bahan penting lainnya
dalam pembentukan sel-sel baru serta berperan dalam pembentukan klorofil. Bila
bibit kekurangan N maka sintesis khlorofil , protein pembentukan sel-sel baru
dapat dicapai sehingga mampu membentuk organ-organ seperti pembentukan daun.
Tabel
3 menujukkan bahwa pemberian
pupuk Gandasil D secara tunggal memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap
jumlah daun dan nilai yang tertinggi terdapat pada perlakuan D3 (Gandsil D 6
g/l air) yaitu 20,81 sedangkan nilai terendah terdapat pada perlakuan D0 (tanpa
pemberian Gandasil D) yaitu 18,11. Hal ini disebabkan karena pemberian pupuk
daun mampu mempengaruhi fisiologis tanaman dan pupuk daun juga dapat
menghasilkan jumlah daun yang lebih banyak. Hal ini di sebabkan karena pupuk
daun menyediakan nutrisi yang cukup bagi tanaman.
Pemberian
pupuk Gandasil D secara tunggal tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap
pertambahan jumlah daun, hal ini diduga karena kondisi lingkungan yang kurang
baik dan pemberian dosis yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman. Sedangkan
proses metabolisme yang akan terjadi
pada tanaman sangat dipengaruhi oleh perubahan-perubahan yang terjadi pada
lingkungan tanaman seperti unsur hara dan jumlah intensitas cahaya matahari
yang dapat diserap tanaman ataupun kondisi ketersediaan air didalam tanah (Silabus dan Ross, 1995).
Secara interaksi antara perlakuan kombinasi media tumbuh dan pupuk
Gandasil D tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun. Keadaan ini diduga
karena selama fase pertumbuhan vegetatif unsur hara yang paling dominan
berperan adalah nitrogen. Hal ini sesuai dengan pendapat Soepardi (1983) bahwa
nitrogen adalah unsur yang memberikan pengaruh yang baik dan cepat merangsang
pertumbuhan tanaman dan memberikan warna hijau pada daun tanaman.
Sedikitnya
jumlah daun yang terbentuk pada perlakuan tanpa pupuk daun disebabkan kurang
tersedianya unsur hara. Shaleh (1994) menambahkan bahwa ketersediaan unsur hara
yang dapat diserap oleh tanaman merupakan salah satu faktor yang dapat
mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Jenis
dan jumlah unsur hara pada dasar nya harus tersedia dalam keadaan yang cukup
dan berimbang agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Berdasarkan hasil
pengamatan terhadap seluruh parameter yang diamati, maka perlakuan media yang
terbaik adalah M1 tanah, pasir, pupuk kotoran sapi (
2 : 1 : 1 ).
KESIMPULAN
Media
tumbuh (M) memberikan pengaruh yang nyata terhadap parameter tinggi tanaman
dengan perlakuan terbaik M1 (30,06), pengamatan diameter batang dengan
perlakuan terbaik M1 (8,06) dan pengamatan jumlah daun dengan perlakuan terbaik
adalah M1 (23,28). Pemberian pupuk Gandasil D tidak berpengaruh nyata terhadap
semua parameter pengamatan. Interaksi
kombinasi perlakuan media tumbuh dan pupuk Gandasil D tidak berpengaruh nyata
terhadap semua parameter pengamatan.
DAFTAR PUSTAKA
Andadari,
2005. Pengaruh Pemberian Gandasil D
Terhadap Daun Murbei. Skripsi. Universitas Hasanuddin.
Hakim, N,
M.Y. Nyakpa, A.M. Lubis, S.G.. Nugroho, M.R. Saul, M.A. Diha, H.M. Bailey.1986.
Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas
Lampung.
Jumiati,
2009. Pengaruh Pemberian Pupuk kompos dan
Urea Terhadap Pembibitan Kakao (Theobroma
cacao. L). Skripsi Jurusan Agronomi Fakultas Pertanian Universitas Riau.
Pekanbaru.
Jumin, H. B. 2002. Agroteknologi.
Rajab Grafindo Persada.
Jakarta
Kartasapoetra.
1991. Teknik Budidaya Tanaman Tropika. Bina
Aksara. Jakarta
Lakitan,
B. 2000. Fisiologi Pertumbuhan dan
Perkembangan Tanaman. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Lingga, P. 1996. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.
Lingga, P. dan Marsono. 2001. Petunjuk Penggunaan Pupuk (Edisi Revisi).
Penebar
Swadaya. Jakarta
Purba dan
Lubis.1987. Pemupukan Tanaman Kelapa
Sawit. Kumpulan Makalah Pertanian Teknis Kelapa Sawit. Medan
Sandra,
2007. Pemberian Pupuk Daun dan Kombinasi
Media Gambut, pasir dan pupuk kandang untuk Pertumbuhan Bibit Kakao (Theobroma
cacao. L).FakultasPertanian Universitas Riau.
Saleh.
1994. Tanah dan Pemupukan Cokelat.
Warta Pusat Penelitian Tanaman Kopi dan Kakao (17): 29-35
Soepardi.
G. 1983. Sifat dan Ciri Tanah. IPB.
Bogor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar