PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN
PUPUK GANDASIL B TERHADAP PRODUKSI
TANAMAN MELON (Cucumis melo L.)
Raja Awaludin,
Marlinda, dan Mashadi
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian,
Universitas Islam Kuantan Singingi
Teluk Kuantan. Jln. GatotSubroto KM 7 Jake Teluk Kuantan,
Riau
Email radja_awaludin@yahoo.com
ABSTRACT
This
study use randomized block design (RBD) Factorial, which consists of two
factors. The
first factor is the composition of the Growing Media (Factor M) consists of 4
levels of treatment are:
M1
(soil + sand in the ratio 1: 1), M2 (soil + sand + Cow Manure with a ratio of
1: 1: 1), M3 (soil + sand + Cow Manure with a ratio of 1: 1: 2), M4 ( Soil +
Sand + Cow Manure in the ratio 1: 1: 3). A second factor is a factor G Gandasil
B G0
(Without Gandasil B), G1 (2 g / L of water), G2 (4 g / L of water), G3 (6 g / L
of water). From
the research it can be concluded that : Treatment compost growing media
contents are the sole significant effect on all parameters observed with the
best treatment M 3 (soil + sand + Cow Manure with a ratio of 1: 1: 2) the flowers appear
age 2 1, 1 1 days, age appears fruits 26.03 days, 54.45 days of harvesting,
fruit weight 965.33 grams.
Treatment
Gandasil B singly significant effect on the parameters of age appear
observation fruit with the best treatment G 3 (6 g), weight of 794.53 grams of
fruit crops.
Keywords:
Compost contents Growing Media, G andasil B, melon production.
PENDAHULUAN
Melon (Cucumis melo L.) merupakan
salah satu produk hortikultura yang banyak disukai oleh masyarakat. Daya tarik
melon terletak pada cita rasa buahnya yang manis, beraroma harum dan menyegarkan,
Buah melon mengandung cukup tinggi vitamin dan mineral sangat baik untuk
kesehatan tubuh karna melon mengandung zat adenosin, yaitu zat antikoagulan
yang berfungsi menghentikan penggumpalan sel darah yang dapat memicu timbulnya
penyakit stroke, kandungan zat karotenoid pada melon cukup tinggi sehingga
dapat mencegah kanker, terutama kanker paru-paru ( Prajnanta, 2004 ).
Pada tahun 2009, produksi melon di Indonesia mencapai
56,883.00 ton (Departemen Pertanian, 2009). Pada tahun 2010 diperkirakan
permintaan melon mencapai 372.242 ton dengan produksi 441.685 ton, sedangkan
tingkat konsumsi mencapai 1,60 kg/kapita/tahun (Direktorat Jenderal
Hortikultura, 2004).
Upaya peningkatan
produksi melalui teknik budidaya perlu diperhatikan, salah satu teknik yang dapat dilaksanakan adalah perbaikan media tanam. Media tanam sangat
berpengaruh meningkatkan produksi melon, karena media tanam secara lansung akan
mempengaruhi perkembangan akar yang berfungsi sebagai penyokong tanaman itu
sendiri. Untuk media tanam yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan tanaman, perlu dilakukan
pencampuran berbagai media tanam, terutama media yang mengandung bahan organik
( tanah, pupuk kandang dan pasir ), pemberian pupuk kandang untuk tanaman melon
dilakukan pada saat pengolahan media tanam, penggunaan pupuk kandang sapi
sebagai media tanam dapat memperbaiki struktur tanah dan mendorong perkembangan
populasI mikro organisme tanah ( Rukmana, 1994 )
Selain faktor media tanam, supaya produksi
melon dapat ditingkatkan dengan pemberian pupuk ataupun unsur hara yang tepat
dan seimbang. Penggunaan
pupuk sangat baik dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan hara selama tahap
pertumbuhannya, sehingga
produksi yang diperoleh sesuai yang diharapkan. Pemupukan melalui
tanah kadang – kadang kurang bermanfaat karena beberapa unsur hara larut lebih
dahulu dan hilang bersama air perkolasi atau mengalami fiksasi oleh koloid
tanah, sehingga tidak dapat diserap tanaman.
Upaya yang dapat ditempuh agar pemupukan
lebih efektif dan efisien dengan menggunakan pupuk pelengkap cair dan
penyemprotan melalui daun. Pada
penelitian ini pupuk yang digunakan adalah pupuk Gandasil B. Pupuk Gandasil B merupakan pupuk
anorganik makro atupun mikro yang berbentuk kristal yang
digunakan untuk pertumbuhan generatif yaitu pembentukan bunga dan buah
dengan demikian dapat menghasilkan produksi melon.
Pupuk Gandasil B merupakan pupuk daun mampu
meningkatkan kegiatan fotosintesis dan daya angkut unsur hara dari dalam tanah
ke dalam jaringan, mengurangi kehilangan Nitrogen dari jaringan daun,
meningkatkan pembentukan karbohidrat, lemak dan protein, serta meningkatkan
potensi hasil tanaman. Pupuk daun mengandung unsur makro dan mikro, sehingga
kebutuhan tanaman akan unsur - unsur tersebut dapat terpenuhi. Pupuk daun
Gandasil B mengandung N 6 %, P 20 %, K 30 %, dan Mg 3 %, unsur mikro yang
terkandung di dalamnya adalah Mn, B, Cu, Co, dan Zn, dengan dosis 2 g/l air dan
diberikan empat kali dapat memperpenjang umur panen, meningkatkan bobot kering
tanaman, meningkatkan bobot segar buah, dan menambah tebal daging buah (
Surtinah, 2004 ).
BAHAN DAN METODE
Tempat dan Waktu
Penelitian ini telah dilaksanakan di Desa
Saik, Kecamatan Kuantan Mudik, Kabupaten Kuantan Singingi. Pada bulan Mei
sampai Agustus 2013.
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah benih melon varietas F1 MAI 119, tanah, pupuk kandang sapi,
pasir, fungisida
Dithane M-45, pupuk Gandasil B, NPK dan insektisida Decis
25 EC. Sedangkan alat yang digunakan adalah cangkul, parang, meteran, gembor,
sekop, palu, paku, handspayer, polybag, kamera, timbangan dan alat – alat
tulis.
Metode Penelitian
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini
adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari dua faktor,
faktor pertama adalah faktor ( M ) media tanam
yang terdiri dari 4 taraf dan faktor
kedua adalah ( G ) pemberian pupuk gandasil B yang terdiri dari 4 taraf.
Faktor ( M ) media tanam terdiri atas 4
taraf yaitu :
M1 = Tanah + pasir ( 1:1 )
M2 =
Tanah + pasir + pupuk kandang sapi ( 1:1:1 )
M3 =
Tanah + pasir + pupuk kandang sapi ( 1:1:2 )
M4 =
Tanah + pasir + pupuk kandang sapi ( 1:1:3 )
Faktor ( G ) pemberian pupuk gandasil B
terdiri dari 4 taraf yaitu:
G0
= Tanpa pemberian pupuk gandasil B
G1
= Pemberian
pupuk gandasil B = 2 gram/liter air
G2
= Pemberian
pupuk gandasil B = 4 gram/liter air
G3
= Pemberian
pupuk gandasil B = 6 gram/liter air
HASIL DAN PEMBAHASAN
Umur Muncul Bunga (hst)
Data pengamatan terhadap umur muncul bunga dianalisis
secara statistik. Hasil analisis sidik ragam terhadap umur berbunga dengan
perlakuan komposisi media dan gandasil B memberikan pengaruh nyata. Rata – rata umur berbunga setelah diuji dengan BNJ pada taraf 5% dapat dilihat pada Tabel
1.
Tabel 1.Rata – Rata
Umur Muncul Bunga Kombinasi Perlakuan Komposisi Media Tanam (M)
Dan Pemberian Pupuk Gandasil B (G)
Terhadap Produksi Melon.
|
Faktor M
( media )
|
Faktor G
|
Rerata
|
||||
|
G0
|
G1
|
G2
|
G3
|
|||
|
M1
M2
M3
M4
|
25.78
25.56
22.00
21.67
|
24.78
21.11
20.22
21.66
|
24.11
21.22
21.67
20.89
|
22.22
20.00
20.56
21.89
|
24.22b
21.97ab
21.11a
21.53ab
|
|
|
Rerata
|
23.75
|
21.94
|
21.97
|
21.17
|
|
|
|
KK = 10.31%
|
|
BNJ M = 2.53
|
||||
Angka
– angka yang ikuti huruf kecil yang sama
adalah tidak berbeda nyata pada
taraf uji 5% menurut Uji Lanjut BNJ
Berdasarkan Tabel 1 dapat dilihat bahwa
perlakuan komposisi media tanam secara tunggal memberikan pengaruh yang
nyata terhadap umur muncul bunga tanaman melon dimana perlakuan
umur muncul bunga tercepat terdapat pada perlakuan M3
(tanah + pasir + pupuk kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:2)
yaitu umur muncul bunga 21,11 hari. Hasil
uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% menunjukkan perlakuan M3 tidak berbeda nyata dengan perlakuan M2
(tanah + pasir + pupuk kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:1)
21,97 hari, dan perlakuan M4 (tanah + pasir + pupuk
kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:3) yaitu umur muncul bunga 21,53 hari. Namun berbeda nyata dengan perlakuan M1 (tanah + pasir, dengan
perbandingan 1:1) 24,22
hari.
Lebih cepatnya umur berbunga pada perlakuan
M3 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:2) dengan
perlakuan lainnya, hal ini disebabkan karena kandungan unsur hara yang terdapat
pada media tanam pupuk kandang sapi yaitu P 0,25%. Sehingga unsur hara Fosphor
(P) yang terkandung di dalam komposisi media tanam sudah tersedia bagi tanaman.
Oleh sebab itu, pemberian pupuk kandang sapi memberikan pengaruh yang nyata
terhadap umur muncul bunga tanaman melon. Manfaat dari P membantu pertumbuhan
protein dan mineral yang sangat tinggi bagi tanaman, dapat mempercepat
pertumbuhan dan perkembangan serta meningkatkan produksi tanamana melon
(Sutedjo, 2008).
Pemberian
perlakuan komposisi
media dan gandasil B secara interaksi tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap umur muncul bunga tanaman melon, karena belum terdapatnya keseimbangan antara berbagai komposisi media dan gandasil
B.
Umur Muncul Buah
(hst)
Data pengamatan terhadap umur muncul buah dianalisis
secara statistik. Hasil analisis sidik ragam terhadap umur muncul buah dengan
perlakuan komposisi media dan gandasil B memberikan pengaruh nyata. Rata – rata umur muncul buah setelah
diuji dengan BNJ pada taraf 5% dapat
dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Rata – Rata
Umur Muncul Buah Kombinasi Perlakuan Komposisi Media Tanam (M) Dan Pemberian
Pupuk Gandasil B (G) Terhadap Produksi Melon.
|
Faktor M
( media )
|
Faktor G
|
Rerata
|
||||
|
G0
|
G1
|
G2
|
G3
|
|||
|
M1
M2
M3
M4
|
30.11
30.00
26.67
26.56
|
29.78
25.22
26.78
27.33
|
28.11
26.00
26.11
25.56
|
27.44
24.78
24.56
25.89
|
28.86b
26.50ab
26.03a
26.34ab
|
|
|
Rerata
|
28.34b
|
27.28ab
|
26.45ab
|
25.67a
|
|
|
|
KK = 7,51%
|
|
BNJ M = 2.22 BNJ G = 2.22
|
||||
Angka
– angka yang ikuti huruf kecil yang sama
adalah tidak berbeda nyata pada
taraf uji 5% menurut Uji Lanjut BNJ
Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa
perlakuan komposisi media tanam secara tunggal memberikan pengaruh yang
nyata terhadap muncul buah pertanaman melon dimana perlakuan terbaik
terdapat pada perlakuan M3 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi,
dengan perbandingan 1:1:2) yaitu muncul buah 26,03
hari. Hasil
uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% menunjukkan perlakuan M3 tidak berbeda nyata dengan M2 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi, dengan
perbandingan 1:1:1) 26,50 hari, dan perlakuan M4 (tanah
+ pasir + pupuk kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:3) yaitu muncul buah 26,34
hari. Namun berbeda nyata dengan perlakuan M1 (tanah + pasir, dengan
perbandingan 1:1) 28,86
hari.
Pemberian
perlakuan pupuk
kandang sapi M3 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:2) sebagai
komposisi media tanam menghasilkan umur muncul buah pertanaman melon yang terbaik. Hal ini karena tersedianya unsur
hara Fospor yang cukup, dimana pada pertumbuhan generatif maupun reproduktif unsur
hara yang banyak diperlukan adalah unsur P. Unsur
P berfungsi untuk pengangkutan energi hasil metabolisme dalam tanaman,
merangsang pembungaan dan pembuahan, merangsang pertumbuhan akar, merangsang
pertumbuhan biji, merangsang pembelahan sel tanaman, dan memperbesar jaringan
sel. Tanaman yang kebutuhan unsur hara P terpenuhi, maka
pembentukan buah dan biji akan optimal. Ditambahkan
oleh Harjadi
(1992),
bahwa tanaman akan tumbuh subur apabila unsur hara yang tersedia dapat diserap
tanaman sesuai tingkat kebutuhan tanaman.
Hasil analisis
sidik ragam menunjukkan pemberian berbagai konsentrasi Gandasil B memberikan pengaruh yang nyata terhadap umur muncul buah tanaman melon dimana perlakuan umur muncul buah tercepat terdapat pada perlakuan G3 (6 gr/l) yaitu umur muncul
buah 25,67 hari. Hasil uji lanjut Beda
Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% menunjukkan perlakuan G3 berbeda nyata dengan perlakuan G1 (2 gr/l) dan perlakuan G0 (tanpa
Gandasil B).
Pemberian perlakuan Gandasil B G3 (6 gr/liter
air) menghasilkan umur muncul buah pertanaman melon yang terbaik. Ini merupakan
konsentrasi yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi tanaman melon terutama
dalam mempercepat proses terbentuknya buah. Hal ini diduga
tersedianya unsur hara Gandasil B yang terdiri dari unsur makro seperti N, P,
K, Mg, dan unsur mikro Mn, B, Cu, Co, Mo, dan Zn, sangat menunjang terhadap
pertumbuhan tanaman. Perlakuan yang seimbang akan memperoleh produksi yang
baik, unsur hara yang ada didalam tanah selama masa pertumbuhan akan memperoleh
produksi tanaman yang baik (Suprapto, 2001)
Pemberian Gandasil B (G) dengan perlakuan G3
mampu mensuplai unsur hara dan mampu meningkatkan hasil fotosintesis melalui
peningkatan jumlah klorofil dalam daun dan meningkatkan aktivitas pembelahan
dan pembesaran sel.sepanjang fase perkembangan tanaman, hasil asimilasi banyak
digunakan untuk tumbuh dan berkembang dan kelebihan dari penggunaannya dapat
disimpan sebagai senyawa cadangan. Pada prinsipnya apabila laju fotosintesis
besar kegiatan respirasi kecil, dan transkolasi asimilat lancar maka produksi
akan naik ( Jumin, 1992 ).
Umur Panen (hst)
Data pengamatan terhadap umur panen dianalisis
secara statistik. Hasil analisis sidik ragam terhadap umur panen dengan
perlakuan komposisi media dan gandasil B memberikan pengaruh nyata. Rata – rata umur panen setelah diuji dengan BNJ pada taraf 5% dapat dilihat pada Tabel
3
.
Tabel 3. Rata – Rata
Umur Panen Kombinasi Perlakuan Komposisi Media Tanam (M) Dan Pemberian Pupuk
Gandasil B (G) Terhadap Produksi Melon.
|
Faktor M
( media )
|
Faktor G
|
Rerata M
|
||||
|
G0
|
G1
|
G2
|
G3
|
|||
|
M1
M2
M3
M4
|
62.78
55.34
58.56
54.67
|
59.11
53.56
55.44
55.66
|
58.11
55.56
56.11
53.89
|
59.22
53.33
54.22
54.89
|
59.81b
54.45a
56.08a
54.78a
|
|
|
Rerata
|
57.84
|
55.94
|
55.92
|
55.42
|
|
|
|
KK = 4.19%
|
|
BNJ M = 2.61
|
||||
Angka
– angka yang ikuti huruf kecil yang sama
adalah tidak berbeda nyata pada
taraf uji 5% menurut Uji Lanjut BNJ
Berdasarkan Tabel 3 dapat dilihat bahwa
perlakuan komposisi media tanam secara tunggal memberikan pengaruh yang
nyata terhadap umur panen pertanaman melon dimana perlakuan terbaik
terdapat pada perlakuan M2 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi,
dengan perbandingan 1:1:1) yaitu umur panen 54,45
hari. Hasil
uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% menunjukkan perlakuan M2 tidak
berbeda nyata dengan perlakuan M3 dengan perbandingan tanah + pasir + pupuk
kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:2) 54,78 hari, dan
perlakuan M4 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:3)
56,08 hari, berbeda nyata terhadap perlakuan M1 (tanah
+ pasir, dengan perbandingan 1:1) .59,81 hari.
Pemberian
perlakuan pupuk
kandang sapi sebagai komposisi media tanam menghasilkan umur
panen pertanaman melon yang terbaik. Hal ini karena
tersedianya unsur hara P dalam pupuk kandang sapi ini
dimana pertumbuhan generatif maupun reproduktif unsur hara yang banyak
diperlukan adalah unsur P. Ditambahkan
Wiryanta (2002), menyatakan Phospor (P) berperan penting sebagai penyusun inti
sel lemak dan protein tanaman, sedangkan fungsi P adalah untuk pemasakan buah.
Pemberian perlakuan komposisi media dan
Gandasil B secara interaksi tidak saling mempengaruhi terhadap parameter umur
panen, karena kondisi cuaca yang tidak menunjang dalam proses penuaan. Tanaman
melon membutuhkan sinar matahari lansung dengan demikian hasil yang diperoleh
akan maksimal jika ternaungi akan menghambat pertumbuhannya.
Sesuai dengan pendapat jumin (1992) bahwa
dengan adanya panas yang cukup, maka proses pembentukan bunga dan buah dapat
berjalan dengan sempurna yang akan memperlancar proses pembentukan karbohidrat
dan akan mempercepat reaksi - reaksi kimia atau biokimia yang akan memacu
pertumbuhan menjadi lebih baik terutama dalam pembentukan buah yang pada
akhirnya dapat mempengaruhi umur panen tanaman.
Berat Buah (gr)
Data pengamatan terhadap berat buah dianalisis
secara statistik. Hasil analisis sidik ragam terhadap Berat Buah dengan
perlakuan komposisi media dan gandasil B memberikan pengaruh nyata. Rata – rata berat buah setelah diuji dengan BNJ pada taraf 5% dapat dilihat pada Tabel
4.
Tabel 4. Rata – Rata
Berat buah Kombinasi Perlakuan Komposisi Media Tanam (M) Dan Pemberian Pupuk
Gandasil B (G) Terhadap Produksi Melon (gr).
|
Faktor M
(media)
|
Faktor G
|
Rerata M
|
|||
|
G0
|
G1
|
G2
|
G3
|
||
|
M1
|
474.60
|
577.78
|
561,11
|
608,33
|
555,37cd
|
|
M2
|
513.89
|
520.89
|
845.55
|
674.44
|
638.69bc
|
|
M3
|
592.22
|
700.00
|
774.44
|
930.00
|
749.17ab
|
|
M4
|
622.22
|
864.22
|
933.89
|
965.33
|
846.42a
|
|
Rerata G
|
550.73bc
|
665.72ab
|
736.55a
|
794.53a
|
|
|
KK=22,53%
|
BNJ M = 149,26
|
BNJ G = 149,26
|
|||
Angka
– angka yang ikuti huruf kecil yang sama
adalah tidak berbeda nyata pada
taraf uji 5% menurut Uji Lanjut BNJ
Berdasarkan Tabel 4 dapat dilihat bahwa uji
berbagai komposisi media tanam secara tunggal memberikan pengaruh yang
nyata terhadap berat buah pertanaman melon dimana perlakuan terbaik
terdapat pada perlakuan M4 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi,
dengan perbandingan 1:1:3) yaitu berat buah 846,42
gr. Hasil
uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5% menunjukkan perlakuan M4
tidak berbeda nyata dengan perlakuan M3 (tanah + pasir + pupuk
kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:2) 749,17 gr, berbeda nyata terhadap perlakuan
M2 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:1) 638,69 gr, M1 (tanah
+ pasir, dengan perbandingan 1:1) 555,67 gr.
Pemberian perlakuan komposisi media tanam M4
(tanah + pasir + pupuk kandang sapi, dengan perbandingan 1:1:3) menghasilkan
berat buah pertanaman melon yang terbaik. Hal ini karena tersedianya unsur hara
Kalium 0,13% dalam pupuk kandang sapi, dimana pertumbuhan generatif
maupun reproduktif unsur hara yang banyak diperlukan adalah unsur K. Dari hasil
penelitian Iqbal (2008), pupuk kandang sapi mengandung hara C, N-total, P2O5
dan K2O masing-masing adalah 22, 1.7, 0.9 dan 0.3 %, serta aplikasi sebanyak 5
ton/ha nyata meningkatkan jumlah gabah dan jumlah gabah bernas padi
dibandingkan kontrol.
Hasil analisis
sidik ragam menunjukkan pemberian berbagai konsentrasi gandasil B memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat buah pertanaman melon dimana
perlakuan berat buah pertanaman yang terbaik terdapat pada perlakuan G3 (6 gr/liter air) yaitu berat buah pertanaman 794,53 gr. Hasil uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) pada
taraf 5% menunjukkan perlakuan G3 tidak berbeda nyata
dengan perlakuan G2 (6
gr/liter air)
dan G1 (2 gr/liter air), namun berbeda nyata dengan perlakuan G0 (tanpa gandasil
B).
Pemberian
perlakuan Gandasil
B G3
(6 gr/liter air) merupakan konsentrasi yang tepat untuk meningkatkan
produksi tanaman melon terutama dalam menghasilkan berat buah pertanaman, hal ini disebabkan
karena adanya unsur hara kalium yang dibutuhkan tanaman, sehingga tanaman
secara terus menerus dapat melaksanakan proses metabolisme. Sutejo (1992)
menyatakan semakin tinggi pemberian N, P, dan K semakin cepat pula sintesis
karbohidrat yang diubah menjadi protein dan protoplasma. N dan Mg merupakan
unsur penyusun klorofil juga meningkat sehingga proses fotosintesis meningkat
pula dan pada akhirnya fotosintat yang dihasilkan dapat diangkut kebagian
tanaman yang membutuhkannya. Unsur K mempercepat translokasi karbohidrat dari
daun ke organ penyimpan seperti buah (Agustina, 1990).
Harjadi (2009) mengemukakan bahwa peningkatan
berat buah dapat terjadi apabila fotosintesis lebih besar daripada respirasi
sehingga terjadi penumpukan bahan organik didalam jaringan tanaman dalam jumlah
yang cukup oleh karenanya unsur hara yang ada didalam tanah harus cukup
tersedia bagi tanaman.
KESIMPULAN
1.
Perlakuan
komposisi media tanam secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata terhadap
semua parameter pengamatan dengan
perlakuan terbaik M3 (tanah + pasir + pupuk kandang sapi(1:1:2) yaitu umur
muncul bunga 21,11 hari, muncul buah pertanaman M3 (tanah + pasir + pupuk
kandang sapi(1:1:2) 24,56 hari, umur panen M2 (tanah + pasir + pupuk kandang
sapi(1:1:1) 53,33 hari, dan berat buah M4 (tanah + pasir + pupuk kandang
sapi(1:1:3) 965,33 gr.
2.
Perlakuan
pemberian berbagai Gandasil B secara tunggal memberikan pengaruh yang nyata
terhadap parameter pengamatan, dengan perlakuan terbaik G3 (6 gram/liter air)
umur muncul buah 25,67 hari, dan berat buah 794,53 gr.
3.
Perlakuan
secara interaksi komposisi media tanam dan gandasil B tidak memberikan pengaruh
yang nyata terhadap semua parameter pengamatan pada penelitian ini.
SARAN
Dari kesimpulan penelitian dapat disarankan
kepada pihak yang ingin membudiyakan tanaman melon menggunakan media tanam 1:1:2 (tanah + pasir + pupuk
kandang sapi).
DAFTAR PUSTAKA
Agustina,
1990. Nutrisi Tanaman. Rineka Cipta Jakarta.
Direktorat Jenderal
Hortikultura. 2004. Standar Mutu Melon, Semangka, Markisa Segar, dan Laporan
Sinkronisasi
Direktorat Tanaman Buah.Jakarta.
Departemen
Pertanian. 2008. Volume ekspor komoditas buah-buahan di Indonesia periode 2003
-
2006. (diakses 13 Januari 2014).
Iqbal
A. 2008. Potensi kompos dan pupuk kandang untuk produksi padi organik di tanah
inceptisol.
Jurnal Akta
Agrosia.
Jumin,
H. B, 1992. Ekofisiologi Tanaman Suatu Pendekatan Fisiologi. Rajawali Pers.
Jakarta
Prajnanta,F.1998.
Melon,Pemeliharaan Secara Intensif, Kiat Sukses Beragribisnis. Penebar Swadaya,
Jakarta
Rukmana,
R. 1994. Budi Daya Melon Hibrida. Kanisius, Yogyakarta.
Surtinah
2004.Pengaruh Cekaman Air pada fase Tumbuh generatif dan Pemberian pupuk
gandasil B
Terhadap kualitas Buah melon ( Cucumis melo L ).XIX:3 J. Dinamika
Pertanian
Sutedjo,
2008. Pupuk dan Cara Pemupukan. Reneka Cipta. Jakarta.
Wiryanta,
B., T. 2002. Bertanam Tomat. PT.
Agromedia Pustaka. Jakarta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar