PENGARUH BERBAGAI VARIETAS DAN
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR EXTRAGEN
TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON
(Cucumis
melo. L)
Elvidayanis, Heni
Rosneti, dan Chairil Ezward
Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian,
Universitas Islam Kuantan Singingi
Teluk Kuantan. Jln. GatotSubroto KM 7 Jake Teluk Kuantan,
Riau
ABSTRACT
Aimed
of of research is knowing influence various varietas and giving of organic
manure melt extragen to production and growth of melon. This research use
random Device [of] group ( RAK) consist of 2 factor : V ( Varietas) consist of
3 level of V1 ( Varietas Mai- 119), V2 ( Glamourous Varietas), V3 ( Varietas
Action- 434) factor of C ( Organic Manure melt extragen) consist of 4 level that
is C0 (control), C1 (100 ml), C2 ( 200 ml), C3 ( 300 ml). From result of
research show treatment various varietas singlely do not differ reality to all
perameter of perception. giving of organic manure melt extragen singlely have
an effect on reality to circular parameter of fruit weight and fruit, For
highest treatment of fruit circumference is C2 ( organic manure melt extragen
200ml that is 44,13 , highest treatment of fruit weight is C3 ( 300 organic
pupk of singk yaitu1,39 extragen). While test various varietas singlely and
interaction do not give real influence to all perception parameter.
Keyword : Organic Manure melt extragen, melon
verietas
PENDAHULUAN
Buah
melon (Cucumis melo, L) merupakan
jenis buah yang berasal dari Afrika Timur, dan Afrika Timur Utara, kemudian
tanaman melon ini berkembang ke Asia dan Eropa. Pada awalnya benih melon di
Indonesia berasal dari luar Negeri. Setelah tahun 1990, melon berkembang cukup
pesat diindonesia karena petani mulai banyak menanam melon dan kini menjadi
buah pencuci mulut terpopuler (Hery, 2007).
Dilihat
dari tipenya, dikenal dua tipe melon, yaitu tipe manis dan tipe tidak manis.
Melon dengan tipe manis biasanya dikonsumsi sebagai buah segar, sedangkan melon
tipe tidak manis dikonsumsi untuk sayur, olahan, campuran minuman dan
lain-lain. Tipe Melon tidak manis kurang dikenal di Indonesia (Hery, 2007)
Untuk mengatasi
masalah tersebut perlu dilakukan upaya
yang dapat meningkatkan produksi melon
ialah dengan penggunaan varietas unggul, pemupukan yang sesuai dengan dosis,
dan pemeliharaan yang intensif. Penggunaan varietas unggul mempunyai kelebihan
dibandingkan dengan varietas lokal dalam hal produksi dan ketahanan terhadap
hama dan penyakit, respon pemupukan sehingga produksi yang diperoleh baik
kuantitas maupun kualitas dapat meningkat.Varietas unggul tanaman diperoleh
melalui serangkaian penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan varietas dengan
sifat-sifat yang diinginkan, seperti potensi hasil tinggi, umur genjah, tahan
terhadap tekanan biotik dan abiotik tertentu, sesuai dengan selera konsumen,
dan lain-lain ( Hery, 2007).
Jenis varietas unggul
tanaman melon antara lain Varietas sunrise meta, Varietas apollo, glamour, action- 434 dan mai- 119. Varietas yang
digunanakan dalam penelitian ini adalah varietas mai- 119, glamuor, dan action-
434. Varietas Mai- 119 memiliki kelebihan resistan terhadap penyakit layu
Bacterium, busuk buah, busuk batang phitoptori infestan dan tahan
downy mildew. Mai-119 ini cocok di tanam pada ketinggian 0 – 500 m dari
pemukaan laut.
Varietas glamuor memiliki kelebihan antara lain memiliki keunggulan produktivitas
tinggi, daya simpan sesudah penen sangat bagus, dan beradaptasi dengan baik di
dataran rendah sampai sedang. Sementara varietas action- 434 memiliki kelebihan
diantaranya pertumbuhan tanaman kuat dan tegap, memiliki batang yang kokoh,
berproduksi tinggi, tahan lama dalam penyimpanan, dan toleran terhadap penyakit
layu, embun tepung, dan lalat buah, dan mampu beradaptasi didaerah dengan
ketinggian mencapai 600 m diatas permukaan laut (Siregar dan
Sobir, 2010).
Selain pengunaan varietas unggul,
perlu juga penggunaan pupuk. Salah satu pupuk yang dapat digunakan adalah pupuk
organik cair extragen. Pupuk organik cair extragen adalah pupuk
organik cair dengan inokulan berbahan aktif mikrooganisme hidup yang berfungsi
untuk menambat dan menyediakan hara.
Pupuk organik cair extragen pada takaran dan kondisi tertentu dapat
dikombinasikan dengan pupuk kimia ataupun dalam pertanian organik yang di
kombinasikan dengan pupuk kandang, kompos dan lainnya tanpa pupuk kimia.
Extragen adalah biofertilizer yang terbuat dari bahan baku segar tanpa campuran
bahan kimia yang di olah mengunakan
proses eksrak sehingga menghasilkan enzim (Rianto, 2011).
Kandungan yang terdapat dalam pupuk organik extragen adalah unsur hara
makro dan mikro, mikroorgansme (pseudomonas, Bacillus magetarium, Azotobacter,
Yeast, Azosprillium, Actinomycetes, dan lactobacillus), zat pengatur tumbuh
(Auksin, giberellin, dan Sitokinin), serta substansi asam humus 6,50%. (Rianto,
2011).
Pupuk organik cair exragen
mempunyai banyak manfaaat diantaranya
memperbaiki struktur tanah sehingga meningkatkan kesuburan tanah, mampu
menurunkan dampak negatif terhadap lingkungan hidup, menghemat biaya pemupukan,
meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit,
meningkatkan hasil panen, dan merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman
akar, batang, bunga, daun, dan buah (Tsabita, 2011).
Penelitian bertujuan untuk
mengetahui Pengaruh Berbagai Varietas dan Pemberian Pupuk Organik Cair Extragen
Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Melon (Cucumis melo. L).
BAHAN
DAN METODE
Tempat
dan Waktu Penelitian
Penelitian ini telah
dilaksanakan di Desa Pulau Panjang Hilir Kecamatan Inuman Kabupaten Suantan
Singingi Propinsi Riau. penelitian dilaksanakan selama 3 bulan terhitung dari bulan
September sampai dengan Nopember 2013.
Bahan
dan Alat
Bahan yang digunakan adalah benih
melon varietas Mai 119, Glamour, dan Action 434, Pupuk Organik Cair Extragen,
ZA, SP36, dan KCL. Sedangkan alat yang digunakan adalah kayu lanjaran, meteran,
cangkul, sabit, gembor, tali rafiah, paku, papan label, cat, timbangan analitik
dan alat tulis lainnya.
Metode Penelitian
Rancangan
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara
faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu : faktor pertama adalah faktor V
(Varitas) yang terdiri 3 taraf dan faktor kedua adalah faktor C (Pupuk Organik
Cair extragen) yang terdiri dari 4 taraf.
Faktor V (Varietas
Tanaman melon) terdiri 3 taraf :
V1 = Varieas Mai- 119
V2 = Varietas Glamour
V3 = Action- 434
Faktor C (Pupuk
Organik extragen) terdiri 4 taraf :
C0 = Tanpa pupuk
organik cair extragen
C1 = Pemberian pupuk organik cair extragen
= 100 ml/5 liter air
C2 = Pemberian pupuk
organik cair extragen
= 200 ml/5 liter air
= 300 ml/5 liter air
HASIL DAN PEMBAHASAN
Umur
Muncul Bunga (hari)
Setelah dianalisis secara
statistik dari hasil sidik ragam, menunjukkan bahwa perlakuan secara tunggal
beberapa varietas dan pemberian pupuk organik cair extragen, serta interaksi
beberapa varietas dan pupuk organik cair extragen tidak memberikan pengaruh
yang nyata terhadap umur muncul bunga
melon.
Tabel 1. Hasil Rerata Umur Muncul Bunga Melon Dengan Uji
Beberapa Varietas dan Pemberian Pupuk Organik Cair Extragen (hari)
|
FAKTOR
|
FAKTOR
C
|
||||
|
V
|
C0
|
C1
|
C2
|
C3
|
YV
|
|
V1
|
38,33
|
36,89
|
37,22
|
36,89
|
37,33
|
|
V2
|
38,00
|
35,77
|
36,77
|
36,55
|
36,78
|
|
V3
|
37,00
|
37,11
|
36,22
|
36,66
|
36,75
|
|
YC
|
38,17
|
36,33
|
37,00
|
36,72
|
37,05
|
|
KK=2,87%
|
|||||
Angka-angka pada baris da kolom yang
diikuti huruf kecil yang sama tidak berbeda nyata menurut uji lanjut beda nyata
jujur (BNJ) pada taraf 5%
Dari Tabel 1 diatas
menunjukkan perlakuan beberapa varietas tidak berpengaruh nyata terhadap umur
muncul bunga. Dari deskripsi varietas, varietas mai 119 umur muncul bunga 28
hari, hasil penelitian menunjukkan umur muncul bunga varietas ini yaitu (37,33
hari). Varietas glamuor umur muncul bunga yaitu 26 hari, hasil penelitian
menunjukkan umur muncul bunga yaitu (36,78) hari. Varietas action 434 umur
muncul bunga yaitu 25 hari, Hasil penelitian menunjukkan umur muncul bunga
yaitu (36,75) hari.
Tidak berbedanya perlakuan beberapa varietas
karena pengamatan umur muncul bunga dihitung mulai dari persemaian hingga
tanam. Pada persemaian sampai bibit siap untuk ditanam membutuhkan waktu 10
hari. Sehingga umur muncul bunga yang ada pada deskripsi Mai 119- 28 hari,
Glamuor 26, dan Action- 434 25 hari ditambah dengan umur bibit siap ditanam 10
hari. Maka umur muncul bunga menjadi 38 hari. Oleh karena itu rata-rata umur
muncul bunga di atas 35 hari setelah tanam.
Pada Tabel 1
menunjukkan perlakuan pupuk organik cair extragen secara tunggal tidak
berpengaruh nyata terhadap umur muncul bunga. Dimana hasil perlakuan C0 ( tanpa
pemberian extragen) 38.17, C1 (100 ml) yaitu 36.33, C2 (200 ml) yaitu 37.00, C3
(300 ml) yaitu 36.72. Tidak berpengaruhnya pupuk organik cair extragen kerena
pupuk organik ini dosis yang diberikan pada tanaman masih rendah dan rengnya
masing terlalu dekat sehingga pupuk poc ini tidak berpengaruh nyata bagi
tanaman melon. Selain itu, pupuk oganik cair extragen ini kandungan unsur hara
makro (unsur hara nitrogen) kurang, padahal unsur hara nitrogen sangat berperan
dalam pembentukan sel , jaringan , dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai sebagai
bahan sintetis klorofil , protein , dan asam amino. Karena itu kehadirannya
dibutuhkan dalam jumlah besar , terutama saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor (P) , nitrogen digunakan untuk
mengatur pertumbuhan tanaman secara keseluruhan. Jika tanaman kekurangan unsur
hara nitrogen dikenali dari daun bagian bawah. Daun itu menguning karena
kekurangan klorofil. Lebih lanjut mengering dan rontok. Tulang-tulang di bawah
permukaan daun muda tampak pucat. Pertumbuhan tanaman lambat , kerdil dan lemah
(Muksin, 20013). Produksi bunga dan biji rendah. Tetapi ini hanya terjadi pada
beberapa tanaman saja yang mengalami
pertumbuhan tanaman lambat, kerdil dan lemah.
Dari
Tabel 1 menunjukkan bahwa perlakuan interaksi beberapa varietas dan pemberian
pupuk organik cair exragen tidak berpengaruh nyata terhadap umur berbunga, ini
dikarenakan sifat genetik dari masing-masing varietas umur muncul bunga yang
tidak jauh berbeda, dan dapat dilihat dari deskripsi tanaman. Sedangkan pupuk
organik cair tidak berpengaruh karena telah terpenuhinya kebutuhan unsur hara
tanaman dari pemberian pupuk anorganik. Hal ini terlihat dari pertumbuhan
tanaman umur muncul bunga yang tidak berbeda. Pemberian pupuk anorganik dapat
merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya cabang, batang, daun, dan
berperan penting dalam pembentukan hijau daun (Nyanjang, 2003). Pemupukan
bertujuan mengganti unsur hara yang hilang dan menambah persediaan unsur hara
yang dibutuhkan tanaman untuk meningkatkan produksi dan mutu tanaman.
Ketersediaan unsur hara yang lengkap dan berimbang yang dapat diserap oleh
tanaman merupakan faktor yang menentukan pertumbuhan dan produksi tanaman.
Lebar Daun (cm)
Setelah
dianalisis secara statistik dari hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan
tunggal beberapa varietas dan pemberian pupuk organik cair extragen, serta
interaksi beberapa varietas dan pupuk organik cair extragen tidak berpengaruh
nyata terhadap lebar daun tanaman melon.
Tabel 2. Hasil
Rerata Lebar Daun Melon dengan Uji Beberapa Varietas
dan Pemberian Pupuk Organik Cair Extragen
(cm)
|
FAKTOR
|
FAKTOR
C
|
||||
|
V
|
C0
|
C1
|
C2
|
C3
|
YV
|
|
V1
|
21,32
|
18,41
|
19,
85
|
19,80
|
19,84
|
|
V2
|
20,52
|
23,80
|
21,91
|
18,49
|
21,18
|
|
V3
|
21,98
|
18,71
|
21,48
|
20,57
|
20,69
|
|
YC
|
20,92
|
21,10
|
20,88
|
19,14
|
20,51
|
|
KK=9,66%
|
|||||
Angka-angka pada baris da kolom yang
diikuti huruf kecil yang sama tidak berbeda nyata menurut uji lanjut beda nyata
jujur (BNJ) pada taraf 5%
Dari Tabel 2 di atas
perlakuan beberapa varietas tidak berpengaruh nyata terhadap lebar daun melon,
dilihat dari deskripsi ke 3 varietas tersebut lebar daunnya rata-rata 18,83 cm,
lebar daun varietas mai- 119 hasil penelitian yaitu (19,84 cm), varietas
glamuor lebar daun yaitu (21,18 cm) dan
varietas action- 434 lebar daun (20,69 cm). Tidak berpengaruhnya varietas
terhadap lebar daun melon karena sewaktu
penelitan ini sering terjadi hujan dan angin kencang yang terjadi pada malam
hari sehingga tanaman melon tidak sepenuhnya mendapatkan cahaya matahari yang
cukup, padahal tanaman melon harus mendapatkan cahaya matahari 10-12 jam/hari.
Suhu tanaman melon untuk siang hari adalah 26°C dan malam hari
<20°C, Suhu ini berpengaruh terhadap fisiologi
tumbuhan antara lain bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan
nutrisi, fotosintesis, dan respirasi. Suhu yang terlalu tinggi atau terlalu
rendah akan menghambat proses pertumbuhan. Sesuai dengan pendapat (Desynur,
2012) Kekurangan cahaya matahari akan mengganggu proses fotosintesis dan
pertumbuhan, meskipun kebutuhan cahaya tergantung pada jenis tumbuhan. Selain
itu, kekurangan cahaya saat perkembangan berlangsung akan menimbulkan gejala
etiolasi, dimana batang kecambah akan tumbuh lebih cepat namun lemah dan
daunnya berukuran kecil, tipis dan berwarna pucat ( tidak hijau). Selain sering
terjadi hujan pada siang dan malam hari, juga tedapat pohon pisang dan pohon
kelapa yang menyebabkan kurangnya cahaya yang diterima oleh tanaman melon,
tetapi gejala ini hanya terjadi pada beberapa tanaman saja yang terdapat pada
blok I dan II pada barisan paling
belakang.
Perlakuan
pupuk organik cair extragen secara tunggal tidak berpengaruh nyata terhadap
lebar daun melon. Hasil penelitian adalah C0 (tanpa pemberian pupuk organik
cair extragen) yaitu 20.92 cm, perlakuan
C1 (100 ml) lebar daun yaitu 21.10 cm, C2 (200 ml) lebar daun yaitu 20.88, dan
C3 (300ml) lebar daun yaitu 19,84. Tidak berpengaruhnya lebar daun ini
disebabkan karena di lihat dari tanah atau lahan tempat penelitian ini yaitu
tanahnya sedikit bertekstur pasir. Tanah dengan tekstur dominan pasir ini
cenderung mudah melepas unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
Dalam
keadaan tanah seperti ini, pertumbuhan akar tanaman akan berkembang dengan
baik. Akar mudah untuk melakukan penetrasi ke dalam tanah. Drainase dan aerasi
pada tekstur tanah dominan berpasir ini cukup baik, namun tekstur tanah ini cenderung
mudah melepas unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman. Tanaman akan sulit
mendapatkan unsur hara, dan pertumbuhan tanaman akan terganggu (Hariono, 2013).
Untuk pertumbuhan tanaman yang baik, tanah dengan aerasi, drainase, serta
kemampuan menyimpan air maupun unsur hara yang baik harus memiliki komponen
pasir, debu, dan liat yang seimbang. Sehingga tanaman mampu tumbuh dalam
keadaan yang optimal.
Interaksi
beberapa varietas dan pemberian pupuk organik cair exragen tidak berpengaruh
nyata terhadap lebar daun tanaman melon, ini disebabkan karena pupuk organik
cair extragen yang diberikan rengnya terlalu dekat. Selain itu pemberian pupuk
anorganik yang telah cukup menyedakan unsur hara tanaman melon. Fungsi dari
pupuk anorganik ini dapat merangsang pertumbuhan secara keseluruhan khususnya
cabang, batang, daun, dan berperan penting dalam pembentukan hijau daun
(nyanjang, 2003).
Lingkar
Buah (cm)
Setelah
dianalisis secara statistik dari hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan beberapa varietas secara
tunggal dan perlakuan interaksi beberapa varietas dengan pupuk organik cair
extragen tidak memberikan pengaruh nyata
terhadap lingkar buah tanaman melon. Sedangkan perlakuan pupuk organik cair
extragen secara tunggal berpengaruh nyata terhadap lingkar buah melon.
Tabel 3. Hasil Rerata Lingkar Buah Tanaman
Melon dengan Uji Beberapa Varietas dan
Pemberian Pupuk Organik Cair Extragen (cm)
|
FAKTOR
|
FAKTOR
C
|
||||
|
V
|
C0
|
C1
|
C2
|
C3
|
YV
|
|
V1
|
41,99
|
42,79
|
44,20
|
43,32
|
43,07
|
|
V2
|
42,11
|
43,54
|
44,05
|
44,55
|
43,56
|
|
V3
|
41,75
|
44,01
|
44,39
|
45,89
|
44,01
|
|
YC
|
42,05
b
|
43,16
ab
|
44,13
a
|
43,94
ab
|
43,32
|
|
KK=3,66%
|
BNJC=2,06
|
||||
Angka-angka pada baris da kolom yang
diikuti huruf kecil yang sama tidak berbeda nyata menurut uji lanjut beda nyata
jujur (BNJ) pada taraf 5%
Dari Tabel 3 diatas
perlakuan beberapa varietas secara tunggal tidak berpengaruh nyata terhadap
lingkar buah melon, deskripsi dari masing-masing varietas yaitu rata-rata 31,33
cm. Hasil penelitian menunjukkan, varietas mai- 119 (43,07 cm), varietas
glamuor (43,56 cm), varietas action- 434 (44,01 cm). Hasil penelitian
menunjukkan lingkar buah lebih besar dari deskripsi dari masing-masing
varietas. Hal ini disebabkan karena pemberian pupuk anorganik dan organik yang
diberikan menyediakan unsur hara bagi tanaman. Sehingga tanaman tidak
kekurangan unsur hara. Apabila ketersedian unsur hara telah terpenuhi maka akan
berpengaruh terhadap kelangsungan hidup tanaman. Menurut pahan (2012)
pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat di pengaruhi oleh ketersediaan
unsur hara yang berada dalam tanah. Ditambahkan winarso (2005) bila unsur hara
yang ada dalam tanah sudah tersedia dengan cukup dan sesuai dengan kebutuhan
tanaman, maka dapat dimanfaatkanoleh tanaman untuk pertumbuhannya.
Tidak berpengaruhnya
varietas terhadap lingkar buah melon dari hasil penelitian diduga karena ketiga
macam varietas sama-sama varietas unggul, dan memiliki respon yang sama
terhadap pemupukan, serta karena hidup pada lingkungan yang sama. Selain itu
ketiga varietas mempunyai pertumbuhan yang relatif sama (berdasarkan deskripsi
masing-masing varietas). Sehingga ketiga varietas mempunyai susunan genetik
yang relatif sama. Hal ini sesuai dengan pendapat Sitompul dan Guritno (2001)
bahwa bahan tanam dengan susunan genetik yang relatif seragam memungkinkan
menghasilkan dua tanaman yang hidup berdampingan memberikan tanggapan yang sama
terhadap perubahan lingkungan.
Dari Tabel 3 diatas, menunjukkan bahwa Perlakuan pupuk
organik cair extragen secara tunggal berpengaruh nyata terhadap lingkar buah
melon. Perlakuan C2 (200 ml) tidak berbeda nyata dengan perlakuan C3 (300 ml),
dan C1 (100 ml), tetapi berbeda dengan perlakuan C0 (tanpa pemberian extragen),
perlakuan terbaik pemberian dosis extragen ialah pada perlakuan C2 (200 ml).
Pada perlakuan ini lingkar buahnya yang paling besar (44,13) hal ini disebabkan kerena dosis yang diberikan
ketanaman tidak berlebihan dan juga tidak kekurangan (optimal). Jika tanaman
diberikan dengan dosis yang sesuai maka tanaman akan tumbuh dengan baik dan
sempurnna. Sesuai dengan pendapat (Leira, 2012) menyatakan tanaman akan tumbuh
dengan baik apabila tersedia cukup unsur hara dalam tanah dan pemberian dosis
pupuk yang tidak berlebihan.
Perlakuan terendah
dari pemberian pupuk organik cair extragen yaitu pada perlakuan C0 (tanpa
pemberian pupuk organik cair extragen). Pada perlakuan ini lingkar buahnya yang
paling kecil (42,05) hal ini disebabkan karena kekurangan unsur hara yang
diberikan pada tanaman. Jika suatu tanaman kekurangan salah satu unsur hara
maka tanaman tersebut pertumbuhannya tidak akan berkembang dengan sempurnna.
Sesuai dengan pendapat (Mukhsin, 2013) kekurangan salah satu atau beberapa
unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya
yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak tanaman yang mati
muda gejala kekurangan ini cepat atau
lambat akan terlihat pada tanaman, tergantung pada jenis dan sifat tanaman.
Dari Tabel 3 menunjukkan perlakuan interaksi beberapa
varietas dan pemberian pupuk organik cair exragen tidak berpengaruh nyata
terhadap lingkar buah tanaman melon, ini dikarenakan pupuk organik cair
extragen kandungan unsur hara makro yang sedikit, padahal unsur hara makro ini
sangat dibutuhkan oleh tanaman dalam jumlah yang besar dibandingkan dengan
unsur hara mikro. Beberapa contoh unsur hara makro diantaranya : Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K),
Kalsium (Ca), Magnesium (Mg), Belerang (S), unsur hara ini dalam kandungan pupuk organik cair extragen
sangat sedikit oleh sebab itu pupuk ini tidak berpengaruh nyata terhadap lingkar
buah melon. Sesuai dengan pendapat (Mukhsin, 2011) salah
satu faktor lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan
dan produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di
dalam tanah.
Berat buah (kg)
Setelah
dianalisis secara statistik dari hasil sidik ragam menunjukkan perlakuan
beberapa varietas secara tunggal dan perlakuan interaksi tidak berpengaruh
nyata terhadap berat buah tanaman melon, sedangkan perlakuan pupuk organik cair
extragen memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat buah tanaman melon.
Tabel 4. Hasil Rerata Berat Buah Melon dengan Uji
Beberapa Varietas dan Pemberian Pupuk
Organik Cair Extragen (kg)
|
FAKTOR
|
FAKTOR
C
|
||||
|
V
|
C0
|
C1
|
C2
|
C3
|
YV
|
|
V1
|
1,21
|
1,31
|
1,33
|
1,35
|
1,30
|
|
V2
|
1,26
|
1,35
|
1,41
|
1,43
|
1,36
|
|
V3
|
1,22
|
1,41
|
1,42
|
1,54
|
1,40
|
|
YC
|
1,24
b
|
1,33
ab
|
1,37
a
|
1,39
a
|
1,33
|
|
KK=7,40%
|
BNJC=0,11
|
||||
Angka-angka pada baris da kolom yang
diikuti huruf kecil yang sama tidak berbeda nyata menurut uji lanjut beda nyata
jujur (BNJ) pada taraf 5%
Dari Tabel 4
di atas uji beberapa varietas tidak berpengaruh nyata terhadap berat
buah melon, dari deskripsi varietas, varietas varietas Mai-119 2,5 kg hasil penelitian adalah (1,30 kg),
varietas glamuor 1,36 kg hasil penelitian adalah (1,36 kg), dan action- 434 (
2,5 kg) hasil penelitiannya yaitu 1,40 kg. Rendahnya berat buah hasil
penelitian disebabkan oleh panen belum pada waktunya akibat dari bencana alam
(banjir) sehingga panen di percepat yaitu umur 59 hari. Dimana deskripsi varietas menyebutkan umur panen melon
dari beberapa varietas yang digunakan adalah 65 hari. Tanaman melon terendam
banjir dengan kedalaman yaitu 1 m. Lamanya waktu tanaman melon terendam banjir
ialah 3 hari. Bila air
yang tergenang selama beberapa hari dapat menyebabkan akar tidak dapat melaksanakan
respirasi normal aerob namun terjadi respirasi anaerob. (Resosoedarmo, 2010).
Selain terendam banjir pemberian pupuk organik cair extragen tidak sesuai
dengan perlakuan yang sudah ditetapkan, perlakuan yang ditetapkan yaitu 4 kali
perlakuan pemupukan, tetapi cuma dilakukan 3 kali pemupukan kerena melon sudah
terkena banjir. Apabila pemupukan tidak sesuai dengan yang di terapkan dalam
pemupukan maka tanaman tidak akan tumbuh dengan normal. Sesuai dengan pendapat
Soegiman (1982) menegaskan bahwa tidak seimbangnya takaran pupuk yang diberikan
dapat menurunkan hasil.
Perlakuan pupuk
organik cair extragen secara tunggal
berpengaruh nyata terhadap berat buah melon. Dari hasil penelitian,
perlakuan C3 (300 ml) tidak berbeda nyata dengan perlakuan C2 (200 ml), dan C1
(100 ml), tetapi berbeda nyata dengan perlakuan C0 (tanpa pemberian extragen).
Perlakuan yang paling tinggi adalah perlakuan C3 (300 ml). Ini disebabkan
karena dosis pupuk yang diberikan seimbang, dan tidak kekurangan unsur hara.
Sesuai dengan pendapat (Mukhsin, 2011) Salah satu faktor
lingkungan yang sangat menentukan lajunya pertumbuhan, perkembangan dan
produksi suatu tanaman adalah tersedianya unsur-unsur hara yang cukup di dalam
tanah.
Untuk perlakuan perlakuan terendah yaitu C0 (tanpa pemberian pupuk organik cair
extragen) oleh karena itu unsur hara yang ada dalam tanah berkurang. Jika
tanaman kekurang unsur hara maka tanaman tidak akan tumbuh dengan baik dan
pertumbuhannya tidak optimal. Menurut pendapat Sarif (1986) menyatakan bahwa tanaman
yang kekurangan unsur hara akan mengakibatkan lebih lambat akan tetapi
sebaliknya apabila unsur hara yang diberikan dalam jumlah yang cukup besar maka
dapat merusak tanaman itu sendiri.
Berpengaruhnya pupuk organik cair extragen
terhadap berat buah melon disebabkan pupuk organik cair extragen memiliki
kandungan unsur hara makro dan mikro serta ZPT. Fungsi dari unsur hara makro
dan mikro ini adalah untuk proses pertumbuhan, perkembangan, dan meningkatkan
hasil yang optimal. Menurut pendapat Iskandar, (2003) menyatakan tanaman akan
tumbuh dengan baik apabila tersedia cukup unsur hara bagi tanaman. Pemberian
nutrisi merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhana hara, tujuan ini
baru akan tercapai bila memperhatikan konsentrarasi dalam pemberian nutrisi dan
unsur hara yang dikandung.
Interaksi beberapa varietas dan pemberian
pupuk organik cair exragen tidak berpengaruh nyata terhadap berat buah tanaman
melon, ini dikarenakan pupuk organik yang telah diberikan pada tanaman sudah
terbawa oleh air banjir. (Hariono, 2013)
disebutkan bahwa keberadaan air berdasarkan klasifikasi biologi air di dalam
tanah ada tiga bentuk yaitu : air kelebihan, air tersedia dan air tidak
tersedia. Pada umumnya kelebihan air yang terikat pada kapasitas lapangan tidak
menguntungkan tanaman tingkat tinggi. Bila terlalu banyak air, keadaannya
merugikan pertumbuhan dan menjadi lebih buruk ketika mencapai titik jenuh.
Pengaruh buruk yang lain dari kelebihan air adalah terlindinya unsur hara
bersama gerakan air tersebut ke bawah.
KESIMPULAN
1.
Uji
berbagai varietas secara tunggal tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua
parameter yang diamati.
2.
Uji
pemberian pupuk organik cair extragen secara tunggal tidak memberikan pengaruh
nyata terhadap parameter penggamatan umur muncul bunga dan lebar daun, tetapi
berpengaruh nyata terhadap lingkar buah dan berat buah melon. Perlakuan terbaik
lingkar buah C2 (pupuk organik cair extragen 200ml yaitu 44,13 cm) dan berat
buah C3 (pupuk organik cair extragen 300ml yaitu 1,39 kg).
3.
Uji
berbagai varietas dan pemberian pupuk organik cair extragen secara interaksi
tidak memberikan pengaruh nyata terhadap semua parameter yang diamati.
DAFTAR PUSTAKA
Desynur, 2012. Pengaruh Cahaya Terhadap Pertumbuhan
Tanaman. Jakarta.
Hery N, 2007. Budidaya
Melon. Azka press. Jakarta
Leira, 2012. Pupuk dan pemupukan. Bharata Karya Aksara. Jakarta
Mukhsin, 2013. Akibat
Kekurangan Unsur Hara. Bharata Karya Aksara. Jakarta
Nyanjang, R., A. A.
Salim., Y. Rahmiati. 2003. Penggunaan Pupuk Majemuk NPK 25-7-7 Terhadap Peningkatan
Produksi Mutu Pada Tanaman Teh Menghasilkan di Tanah Andisols. PT. Perkebunan
Nusantara XII. Prosiding Teh Nasional. Gambung. Hal 181- 185.
Pahan,
I. 2012. Manajemen Agribisnis Dari Hulu
Hingga Hilir, Penebar Swadaya, Jakarta.
Rizqi, 2009. Manfaat Buah Melon
. Penebar Swadaya. Jakarta.
Rianto, 2011. pupuk cair organik Extragen. PT Indoraya Mitra Persada 168. Jakarta
Resosoedarmo,
2010. Pengantar Ekologi. Bandung :
Remaja Karya.
Siregar Firmansyah dan Sobir, 2010. Budidaya Melon Unggul. Penebar
Swadaya. Jakarta
Soegiman.1982. Ilmu Tanah. Bharata Karya Aksara. Jakarta
Sitompul,
S.M dan Guritno, B. 2001. Analisis
Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta: UGM Press
Soedarya, Arif. 2010. Agribisnis Melon. Pustaka
Grafika. Bandung.
Tsabita, 2011. Pemakian Pupuk organik
extragen. Bharatama
Karya Aksara. Jakarta
Winarso, S., 2005. Kesuburan Tanah ; Dasar
Kesehatan dan Kualitas Tanah. Penerbit
Tidak ada komentar:
Posting Komentar